Connect with us

Kolom

KOLOM; Kurikulum Literasi Mewujudkan Generasi Penggerak Budaya yang Berkarakter

Published

on

Ilustrasi
alterntif text
alterntif text

Penulis : Nur Aini (Universitas Muhammadiyah Jakarta)

Erat kaitannya dalam aktivitas kampus merdeka dengan profil lulusan yang menjadi akar atau dasar dalam proses kampus merdeka. Terdapat lima profil lulusan yang akan dihasilkan dari lulusan program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, diantaranya yaitu calon pendidik, peneliti pemula, wirausahawan, staf ahli bahasa dan pengajar BIPA. Sebagai calon pendidik tentu saja untuk menyusun suatu kurikulum berdasarkan keputusan menteri, di dalam peraturan pemerintahan tersebut hal yang menjadi pokok keberhasilan atau terwujudnya kompetensi seorang pendidik maupun calon pendidik dalam hal ini tentunya menjadi bekal yang diperoleh oleh para calon pendidik di dalam pendidikan yang terjadi pada saat proses pembelajaran di Kampus.

Dalam lingkup kebutuhan lapangan calon pendidik hal yang sangat dibutuhkan oleh suatu calon pendidik yaitu suatu kompetensi yang mana akan menjadikan calon pendidik yang berkualitas dan unggul, hal ini dikarenakan dimasa yang akan mendatang tentunya banyak sekali rintangan yang akan dilalui oleh para calon pendidik. Selain teknologi hal yang menjadi rintangan utama yaitu para siswa atau siswi yang semakin berpikir kritis dan dinamis. Selain itu di dalam lingkup kebutuhan lapangan yang dibutuhkan oleh peneliti pemula yaitu keilmuan yang menjadi dasar untuk meneliti suatu hal yang akan diteliinya. Seorang wirausahawan hal yang menjadi kebutuhan lapangan yaitu manajerial yang mana berfungsi dalam mengolah dan mempin usaha yang dia tempuh dan yang terakhir yaitu staf ahli bahasa yang mana menjadi kebutuhan lapangan yaitu keilmuan hal yang menjadi dasar sebagai staf ahli bahasa.

Calon pendidik tentunya memiliki suatu kompetensi yang mana berperan penting di dalam proses pembelajaran yang akan dilakukannya, terdapat empat kompetensi yang harus dimiliki calon pendidik yaitu:

Kompetensi pedagogik yaitu suatu keterampilan dalam hal mengenai aktivitas pembelajaran yang dimiliki oleh para  pendidik.

Kompetensi keperibadian yaitu suatu hal yang berkaitan dengan karakter seorang pendidik itu sendiri.

Kompetensi profesional yaitu dalam kegiatannya seorang pendidik dapat menyikapi proses mengenai tugas-tugas seorang pendidik.

Kompetensi sosial yaitu suatu kemampuan yang dimiliki oleh para pendidik untuk berbicara, bersikap di dalam lingkup pembelajaran.

 

Perlu menjadi catatan khusus bagi para calon pendidik karena untuk berbahasa para pendidik menjadi sorotan. Jangan samapai merasa tersinggung jika pada saat di lingkungan pembelajaran terdapat siswa maupun siswi yang menegurnya untuk berbahasa yang baik dan benar. Hal ini terjadi karena semakin berjalannya masa tentu saja semakin banyak berkembangnya cara siswa maupun siswi dalam berpikir, maka dari itu para calon pendidik dapat menjadi pengayom. Lihatlah pada saat ini dan masa kini para guru sangat memiliki pengaruh dan peran yang sangat penting dalam kehidupan.

Merdeka belajar dan guru menjadi penggerak yang mana direncanakan oleh menteri dalam menyederhanakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Di dalam konsep merdeka belajar Guru bergerak tentunya memiliki suatu kebebasan dalam kegitan pembelajaran yang mana pendidik bergerak dalam hal mendukung proses pembelajaran. Merdeka belajar seagai lahan lulusan yaitu perubahan dan perbedaan yang akan dihadapi para pendidik sebagi berikut:

Ujian Nasional dihapuskan dan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survey Karakter. Dalam proses AKM hal yang menjadi dasar berjalannya yaitu membaca.

RPP yang disederhankan

USBN dilaksanakan di Sekolah

PPDB sistem zonasi yang dalam teknis pelaksanaan Pemda setempat

Program Merdeka Belajar yang mana mengutamakan pembelajaran berbasis aktivitas tentu mempengaruhi cara maupun proses yang dihadapi oleh peserta didik, selain itu bukan hanya peserta didik saja yang terpengaruhi oleh program merdeka belajar dengan pembelajaran berbasis aktivitas tapi juga para pendidik terkena pengaruh dari program ini. Di dalam pembelajaran berbasis aktivitas yang mana merupakan seuah alternatif pembelajaran jarak jauh tentu saja sebagai pendidik hendaknya dapat melakukan dengan tiga cara berikut, yaitu:

Identifikasi Kompetensi Dasar, Pendidik harus mencari Kompetensi Dasar dengan menyesuaikan peserta didik.

Bahan ajar, nantinya disusun untuk bahan ajar yang mana akan disampaikan kepada para peserta didik.

Video pembelajaran, yang mana di dalam video pembelajaran ini maksimal durasi tujuh menit tapi lebih baik lima menit.

* Literasi Guru Garda Depan

Dalam menunjang AKM sangat dibutuhkannya literasi, sebenarnya literasi ini bukan hanya untuk Guru bahasa Indonesia tentunya sangat dibutuhkan oleh dukungan semua pihak maka tidak akan berjalan lancar. Hal pertama yang harus dilakukan yaitu susunlah bahan ajarnya yang di dalamnya terdapat bemacam intruksi pembelajaran. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan literasi yang dapat dijumpai di dalam lingkungan Sekolah.

Literasi terdapat enak komponen dasar yang mendukung keberhasilan, yaitu sebagai berikut:

Baca tulis

Numerasia

Sains

Finansial

Digital

Budaya dan kewarganegaraan

 

* Guru Role Model

Guru sebagai role model ini memiliki makna dimana seorang pendidik dalam melaksanakan sebuah kegiatan literasi dapat memberikan suatu hal berupa contoh maupun metode bagi para peserta didik yang dididiknya. Contohnya yaitu menanmkan kebiasaan untuk para peserta didik pada jenjang Sekolah Menengah Atas yaitu dengan kebiasan membaca selama lima belas menit setelahnya dengan memahami maksud apa yang terdapat di dalam teks yang dibaca. Tentunya dengan melakukan kegiatan membaca dapat menambah wawasan serta melestarikan minat baca bagi para peserta didik itu sendiri. Setelah minat baca semakin bertambah, para peserta didik diharapkan dapat menyimpulkan dengan berdasarkan teks yang dibacanya.

Program Gerakan Literasi Bangsa yang mana pengertiannya sudah dibahas pada paragraf sebelumya tentu saja dalam pelaksanaannya ini terdapat tiga hal yang harus diperhatikan demi berlangsungnya program ini. Diantaranya yaitu analisis kebutuhan, jadi analisis kebutuhan ini bermaksud bagi pendidik diharapkan terlebih dahulu memilah kembali apa saja yang penting di dalam kebutuhan proses pembelajaran. Hal lainnya yaitu libatkan semua pihak yang berkaitan dengan berjalannya program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini, dari pihak peserta didik, wali murid dan tentu saja pendidik itu sendiri. Jangan lupakan Guru bahasa merupakan garda depan yang mana memiliki peran yang sangat penting dalam program Gerakan Literasi Sekolah(GLS).

 

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler