Connect with us

Kolom

Kolom; World Water Day

Published

on

Legislator Gerindra Dr. Kamaluddin Kadir
alterntif text
alterntif text

Penulis : Dr. Kamaluddin Kadir (Anggota DPRD Parepare)

KOLOM — Secara ringkas, sejarahnya adalah pada tahun 1992, bertempat di Rio de Janiero, Brazil, inisiatif hari air sedunia secara formal direkomendasikan untuk pertama kalinya dalam sidang umum PBB ke 47. Perihal lingkungan dan pembangunan united nation conference on environment yang disingkat UNCED. Populer disebut denfab Earth Summit pada 22 Desember 1992, yang kemudian direspon oleh majelis umum PBB melalui resolusi nomor 147/1993 dengan menetapkan tanggal 22 Maret 1993 sebagai Hari Air Sedunia.

Di tahun 1994, adalah untuk pertama kalinya diperingati sejak tahun 1993, ditetapkan sebagai hari air sedunia. Tema hari air sedunia pun setiap tahunnya ditetapkan berbeda. Sesuai dengan isu yang dianggap sentral dan urgen yang perlu mendapatkan perhatian dunia.

Hingga tahun 2022 adalah peringatan hari air sedunia yang ke 29 dengan berbagai tema dan isu yang bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian tentang perlunya upaya yang dilakukan secara sinergia oleh seluruh komponen masyarakat di dunia dalam rangka memanfaatkan sumber daya air sekaligus tetap melestarikan secara berkelanjutan.

Namun apakah tema-tema tersebut sebagai isu-isu dunia yang dianggap sangat penting telah memberikan perubahan yang baik terhadap sumber daya air, lingkungan, dan manusianya?. Sebuah pertanyaan besar yang harus kita jawab bersama.

Fakta kondisi sekarang ini, bahwa seperti air semakin berada di bawah ancaman ekstrem akibat pertumbuhan populasi penduduk dunia, meningkatnya permintaan pertanian dan industri, dan memburuknya dampak perubahan iklim.

Hal tersebut adalah keadaan genting akibat kerusakan lingkungan hidup. Khusus tentang problematika air di negara kita menurut saya ada 4 masalah, yaitu ketersediaan sumber air, model pengelolaan, gaya hidup pelaku dan pengguna air, dan political will pemerintah.

Perhatian dunia sudah nyata dan mengema, bagaimana dengan Indonesia negara kita, terkhusus lagi kota Parepare, bagaimana political will pemerintah dalam upaya melakukan prioritas program pembangunan, penguatan regulasi, serta restorasi dan penyelamatan cashment area daerah aliran sungai serta kebijakan keberpihakan anggaran dalam menghadapi ancaman ini.

Jadi harapan akan kenyataan dari tema WWD jangan hanya menjadi isapan jempol dan jauh dari tujuan yang diharapkan, bahkan besar kemungkinan kerusakan dan kehancuran dunia ini awal masalahnya dari masalah ini. Ground Water, making the invisible, visible (Air Tanah, membuat yang tidak terlihat menjadi terlihat). Selamat Hari Air Sedunia 2022. (*)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:

Terpopuler