Connect with us
alterntif text

Kolom

Kolom; Ruang Kreasi di Balla Barakka Galesong.

Published

on

Balla Barakka
alterntif text

 

Zulkifli Mappasomba.
(1 dari 3 tulisan)

Menarik sekali tempat ini, demikianlah yang terngiang saat melihat rumah panggung kayu yang lazim disebut Balla Barakka. Balla Barakka disingkat BBrG, atau rumah keberkahan dalam bahasa Indonesia.

Mulanya, pembangunan ini di inisiasi oleh seorang Profesor Hukum Unhas dari Galesong. Namanya Aminuddin Salle. Seorang intelektual sekaligus budayawan yang giat merancang pemberdayaan di tanah kelahirannya. Demikianlah Balla barakka itu ia bangun beriringan dengan Cita-citanya “Membangun Galesong dari masyarakat produktif dan berpengetahuan”.

Bagi warga sekitar, tempat ini sangat familiar. Terkenal dan dikenang baik dalam segi apapun.

Sejak berdirinya, sang pemrakarsa begitu kuat menanamkan keyakinan agar kelak, rumah ini menjadi keberkahan bagi siapa saja. Rumah ini bukan sekedar transformasi budaya, tetapi juga inspirasi dan ruang kreasi membangun gagasan dan karya.

Anda bisa melihat aktivitas rutin di sana. Sangat dekat dengan nuansa karya. Kehadirannya begitu terasa ketika warga merasakan manfaat.

Beberapa program edukasi dan pemberdayaan telah dilaksanakan dengan baik di rumah itu. Pelibatan masyarakat sangat massif digarap agar mereka produktif kreatif, terutama sekali yang berkaitan dengan perubahan mindset. Tentu tidak mudah, tetapi karena niat, segalanya bisa dilakukan dengan baik. Sekali lagi “Niat”, karena dari sinilah tertanam kuat keinginan, tekad dan ketercapaian cita-cita.

Sebagai contoh kecil, ketika masyarakat resah dengan lingkungan jorok, BBrG hadir menggerakkan polah hidup sadar lingkungan. Sungai menjadi bersih, rapih, indah dipandang, yang sebelumnya sangat meresahkan mata dan hidung. Lebih lanjut, beberapa kabar baik itu seringkali menggembirakan, ketika seorang awam pada ketaatan agamanya yang minim berubah menjadi baik dan shaleh. Dan banyak lagi yang tak bisa saya sebutan secara runut dan rinci. Anda lebih baik berkunjung ke sana saja.

Singkatnya, harapan energi destruktif sangat terasa saat beragam aktivitas mulai ramai di tempat itu melakukan program edukasi dan transformasi. Memang tak mudah mengubah watak dan karakter, tetapi kesungguhan dan ketulusan tenyata bisa merubah.

Begitulah kira-kira yang bisa saya tuliskan.

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler