Connect with us
alterntif text

Kolom

Kolom ; Duh Syiah Lagi…

Published

on

Ilustrasi persahabatan Sunni-Syiah
alterntif text

Ahmed Zain Oul Mottaqin

Publik kini tertuju pada wajah polos Herry Wirawan seorang psikopat ngacengan yang merupakan pengurus Boarding School Manarul Huda

Karena kedapatan menggagahi 21 santriwatinya hingga membuahkan 9 bayi.

Ternyata dia juga bukan “orang sembarangan”, dia tercatat sebagai Ketua Pengurus Forum Komunikasi Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (FK-PKPPS).

Sini coba saya tanya, mungkinkah seorang Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Kesetaraan Pesantren Salafiyah menganut mazhab Syi’ah?

Kalau pertanyaan ini dilemparkan kemarin-kemarin mungkin anda semua akan tertawa dan menjawab “Mustahil!”.

Lain cerita ketika itu ditanyakan sekarang ketika pemangku jabatan tsb tertangkap sebagai predator seks.

Dengan gampangnya semua tangan akan membersihkan diri dan menunjuk si predator sebagai Syi’ah.

Ya, pokoknya siapapun yang ketangkap bejad di depan umum pasti Syi’ah.

Kalau dia bukan Syi’ah maka wajib “di-Syi’ah-kan” karena ini cara teraman untuk cuci tangan.

Ya, memang inilah kita, tidak pernah mau introspeksi diri bahwa oknum-oknum semacam ini ada dalam tubuh Mazhab sendiri.

Ramai WAG-WAG tak bertanggung jawab menyebarkan isu bahwa si predator seorang Syi’ah dan Madani Boarding School adalah “pesantren” Syi’ah yang punya kamar-kamar untuk ritual nikah mut’ah.

Oke deh, btw sejak kapan lembaga Syi’ah pakai istilah Salafiyah, Salafy dll? Sekolah ini sudah berdiri sejak 2016 dan tak pernah terdata sebagai sekolah Syi’ah

(perkumpulan ANNAS pernah merilis nama-nama sekolah terindikasi Syi’ah tak ada nama sekolah ini).

Malah rata-rata pengguna istilah Salafiyah digunakan sekolah dan pesantren yang punya ideologi Anti Syi’ah.

Dan kalau anda paham fiqh Syi’ah pun, anda akan makin tertawa dengan tuduhan tersebut,

Karena dalam Syi’ah tidak ada yang namanya nikah mut’ah dengan anak gadis tanpa seizin ayah si gadis.

Syi’ah pun akan menganggap ini zina, mutlak zina.

Ideologi “nunggingin” anak-anak gadis semacam ini justru ada di ajaran “Milkul Yamin” ala ISIS yang menganggap para wanita di bawah kekuasaannya sebagai budak-budak macam rampasan perang yang halal disetubuhi. Ini yang terjadi pada para wanita Yazidis di Iraq Utara pada rentang 2014 – 2017 silam.

Masih ingat ga Farid Ahmad Okbah si dedengkot Aliansi Nasional Anti Syi’ah yang ketangkap Densus kemarin? Bisa-bisanya setelah ketangkap malah dituduh sebagai Syi’ah.

Masih ingat Anies Baswedan yang dahulu kala sebelum negara api menyerang dituduh sebagai Syi’ah lantaran pro-Jokowi, eh setelah berada di tubuh oposisi kemana tuduhan tersebut?

Ya akhirnya saya tahu Syi’ah itu hanya kambing hitam dari segala masalah. Untuk menyelamatkan diri cukup tuduh semua penjahat, semua tokoh antagonis atau siapapun yang tidak anda suka sebagai Syi’ah. Dengan itu anda mendapat dua “pahala”, membersihkan nama sendiri dan mengingatkan masyarakat akan bahaya Syi’ah walaupun yang dituduh ga ada hubungannya dengan Syi’ah.

Saya jadi teringat yang pernah dikatakan ulama Syi’ah asal Lebanon Muhammad Jawad Mughniyah:

*”Segala sesuatu berubah kecuali tulisan menyerang Syi’ah.*

*Setiap awal memiliki akhir, kecuali fitnah kepada Syi’ah.*

*Setiap vonis pasti berdasarkan hukum dan bukti, kecuali terhadap Syi’ah”.*

Suka tidak suka, apa yang dikatakan Syaikh ini memang nyata, mungkin sampai hari kiamat ya begitu.

Tapi ya sudahlah, namanya juga info yang viral di grup-grup WA. Saya sendiri sudah sejak lama menganggap info-info yang di-share dari satu tangan ke tangan lain di WAG keluarga, kantor, alumni sekolah dll adalah sumber-sumber Hoax utama apalagi yang berbau kebencian agama.

Apalagi jika info ini dilempar kepada kaum yang sudah diramalkan Nabi sebagai buih di lautan, banyak tapi cuma kumpulan gelembung. Kosong untuk naik ke permukaan dan meletus seperti kentut. (*)

 

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler