Connect with us
alterntif text

Kolom

Opini; Mengenal Khiyar dalam Jual Beli Online

Published

on

alterntif text

Penulis : Dian Resky Pangestu (Alumni Pascasarjana Ekonomi Syariah IAIN Parepare)

OPINI — Jual-beli online, merupakan salah satu bentuk dari perkembangan sistem teknologi dan informasi saat ini.

Transaksi ini dilakukan hanya melalui aplikasi media sosial (Instragram, Facebook) atau melalui media komunikasi seperti Whatsapp, dan sekarang lebih didukung lagi dengan banyaknya Platform belanja, Shopee, Lazada, Bukalapak.com.

Para pelaku jual beli online pasti sering mendengar atau bahkan telah melakukan Retur (pengembalian barang dan diganti dengan barang baru), Refund (pengembalian dana), atau bahkan Garansi. Hal ini yang dimaksud dengan Khiyar yang merupakan Hak yang dimiliki oleh pembeli dan penjual untuk memilih menuruskan atau membatalkan akad jual beli.

Khiyar Aib ialah ketika apabila dalam transaksi barang yang dikirim itu cacat (rusak) maka barang tersebut akan digantikan dengan yang baru atau sama halnya dengan Retur.

Sementara itu Khiyar syarat adalah hak pilih untuk meneruskan atau membatalkan jual beli, sesuai dengan syarat-syarat yang telah disepatikan sebelumnya.

Contoh dalam pemberlakukan “Garansi” maka ada tenggang waktu dan jenis kerusakan yang telah disyaratkan, kita mungkin akan mendengar “apabila kerusakan barang tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan pihak pembeli”. Kemudian ada pula yang mensyarat untuk membuat video selama proses penerimaan barang agar ketika ada yang tidak sesuai dengan barang tersebut pembeli bisa mengklaim dengan bukti yang konkrit (nyata).

Adanya Khiyar yang diimplementasi kedalam bentuk Retur,Refund dan Garansi memberikan kesempatan kepada pembeli Jika merasa puas, maka khiyar tidak berlaku. Sedangkan jika pembeli merasa tidak puas, dia bisa mengembalikan barang tersebut kepada penjual dan penjual mempunyai kewajiban untuk menggantikannya.

Hal ini bertujuan untuk melindungi hak antara kedua belah pihak, terutama terkait dengan perlindungan konsumen selaku pihak pembeli agar dilakukan dengan suka sama suka dan tidak ada pihak yang terzalimi.

Sebagaimana dijelaskan dalam Qur’an Surah An-Nisa ayat 29 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu……” .(*)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler