Connect with us
alterntif text

Kolom

Kolom ; Tebak Manggis Langkah Jokowi

Published

on

alterntif text

TEBAK MANGGIS LANGKAH JOKOWI
(Herry Soebhiantoro)

Sampai sekarang indikasi kuat Capres 2024 belum menampakkan kilatan sinarnya. Tapi kalau awam ditanya tentang siapa yang kira-kita masuk nominasi, jawabnya pasti nama-nama yang sudah sering disebut di banyak media, yaitu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan lain sebagainya.

Namun demikian kalau yang ditanya itu adalah para analis dan penganat politik, mereka cenderung menjawab :
“tunggu sinyal dari Jokowi”

Mengapa begitu ?

Mereka memperhitungkan bahwa Jokowi tidak mau mewariskan tongkat estafet kepresidenannya kepada para petualang politik yang baru bertaraf politisi. Sebab fokus dan orientasi kinerjanya masih di sekitar dirinya dan kelompoknya.

Estafet berikutnya harus kepada tokoh yang sudah ada di tataran negarawan yang lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi dan kelompoknya

Karena. pembangunan infrastruktur yang merupakan bagian dari ekosistem investasi sudah ditata sedemikian mapan, sehingga tidak ingin dirusak oleh tokoh yang punya nasionalisme tipis. Demikian juga aturan investasi berupa Omnibus Law yang bisa menaikkan indeks Ease of Doing Business Indonesia.

Pemilihan Jendral Andika Perkasa sebagai Panglima TNI yang mungkin hanya akan menjabat setahun saja justru dimaknai sebagai ujian kematangan Andika untuk berkiprah di panggung nasional berbasis cakupan permasalahan yang lebih rumit dibandingkan sejedar KSAD yang fokus ke TNI AD saja.

Kalau kematangan Andika memuaskan bukan tidak mungkun dia dijual sebagai Cawapres mendampingi Capres yang nasionalis tulen.

Kemudian pengangkatan LetJend Dudung Abdurahman dari Pangkostrad ke KSAD juga tegas memberi pesan kepada kaum intoleran berbasis agama untuk waspada. Apalagi sudah ada penegasan dari KSAL bahwa Marinir akan dikerahkan jika negara terancam.

Lalu, Densus 88 juga terus dibiarkan memburu dan menerkam teroris termasuk memotong jalur logistiknya yang disamarkan lewat kotak amal. Juga menangkap tokoh MUI yang tidak nasionalis karena mendukung gerakan teroris.

Nampaknya dari TNI dan Polri dukungan terhadap kelanjutan ideologi nasionalisme sudah mulai dirajut dengan baik.

Munarman juga segera diadili untuk memberi kesan bahwa negara hadir dalam melawan gerakan anti NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45.

Itu semua adalah langkah catur Jokowi dalam membuat mereka yang anti nasionalisme makin terpojok.

Coba cermati dan kaitkan dengan kekesalan Jokowi beberapa hari yang lalu yang mengatakan kurang lebih :

“Saya kecewa, kita begitu dihargai dan dihormati oleh bangsa lain malah dileceh kan oleh bangsa sendiri

Makin jelas kemana arah langkah catur Jokowi. (*)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:

Terpopuler