Connect with us
alterntif text

Nasional

Dugaan Curang Tes CPNS, Sulbar Tiga Kabupaten Termasuk Peraih Skor Tertinggi Nasional, Ini Tanggapannya 

Published

on

Suasana pelaksanaan tes SKD CPNS Pemprov Sulbar di gedung PKK Sulbar, 19 September 2021 lalu (IST/FB UPT BKN Mamuju).
alterntif text

SULBAR — Kabar tak sedap tercium dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021. Terdapat indikasi kecurangan saat pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di sejumlah daerah.

Berdasarkan surat yang beredar, dugaan kecurangan terjadi di Buol, Enrekang, Mamuju, Pasangkayu, Mamasa, Lampung, Sidrap, Luwu, Buton Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahyo Kumolo menyesalkan adanya indikasi kecurangan tersebut. Ia menegaskan, kecurangan ini mengarah ke tindak pidana dan pelaku harus dijatuhi sanksi.

Kemenpan-RB telah berdiskusi terkait hal ini dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengambil langkah lebih lanjut.

Tidak hanya sanksi administrasi, ia juga setuju agar peserta yang terlibat didiskualifikasi dan pegawai yang terlibat akan ditindak tegas.

“Kasus kecurangan ini harus diusut dan segera diselesaikan sesuai hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jika terbukti, pelakunya juga harus mendapat hukuman setimpal,” kata Tjahyo melalui keterangan tertulis, Rabu (27/10/2021) dikutip dari Kompas.com.

Dugaan kecurangan tes SKD di Sulawesi Barat terjadi pada seleksi CPNS Kabupaten Mamuju dan Pasangkayu yang berlangsung di gedung PKK Sulbar serta Kabupaten Mamasa yang berlangsung di aula SMKN 1 Mamasa.

Untuk Kabupaten Mamuju dan Pasangkayu, pelaksanaan SKD CPNS di titik lokasi (tilok) mandiri cost-sharing ini berlangsung pada 14-25 September 2021.

Laporan dugaan kecurangan berasal dari laporan Tim BKN pada 25 September dan media daring yang menunjukkan pengerjaan tidak wajar. Satu PC dari tilok ini dibawa ke Kantor Regional BKN Makassar untuk dilakukan forensik IT oleh Tim BSSN.

Hasil forensik menunjukkan terdapat aplikasi remote zoho meeting (zoho assist) yang diinstal pada 12 September. Aplikasi ini terbukti dipakai pada saat pelaksanaan SKD pada tanggal 16 September sesi I dan peserta yang diduga mendapat bantuan dari pihak lain mendapat nilai tertinggi nasional, 510. Dari hasil analisis ML, terdapat 40 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

Untuk pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri Mamasa, berlangsung pada 27 September-1 Oktober. Laporan dugaan kecurangan pertama kali dibuat oleh Tim BKN pada 27 September setelah melihat pengerjaan SKD yang tidak wajar.

Bahkan terdapat peserta yang tidak mau dipindahkan walaupun PC mengalami restart. Dari hasil analisis ML, terdapat 19 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

Peraih nilai SKD tertinggi nasional dengan skor 510, inisial BT, enggan berkomentar terkait indikasi kecurangan yang menyeret namanya. Ia mengaku terganggu karena dihubungi banyak pihak pasca beredarnya isu tersebut.

“Nantipi saya klarifikasi pak, kalau memang saya sudah bicarakan to, bagaimana. Saya cari tau dulu apa, segala macam, kenapa, apa yang terjadi,” ucapnya pada tegas.id melalui sambungan telepon. (*)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler