Connect with us
alterntif text

Kolom

Kolom ; Selamat Hari Santri Nasional 2021

Published

on

Santri (gambar : Zenius)
alterntif text

Ustadzah Nur Syamsi El Zakaria, S.Ag.,MH (PAI Non-PNS Kabupaten Enrekang) 

Tahukah santri itu ???
1. Santri adalah seorang yang berproses berjuang untuk membentuk karakter diri, makanya tidaklah mudah menyandang santri
2. Butuh mental kuat untuk menyandang santri, dan tidak sedikit yang gugur menyerah. Makanya dari pesantren menjadi santri menapaki jalan membangun diri.
3. Mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali terdapat aturan yang mengikat, dan juga sanksi bila melanggarnya.
4. Santri adalah sosok pejuang, petarung, proses belajar untuk dipimpin dan memimpin, kelak jiwa santri adalah tangguh menghadapi tantangan, kreatif dalam dinamika, cekatan cerdas memiliki kekuatan / kepekaan, dan inovatif dalam merespon perkembangan zaman

Kapan lahirnya hari santri nasional ?
Agresi Belanda ke-2 di mana KH. Hasyim Asy’ari meyerukan resolusi jihad kepada santri-santrinya. Sehingga momentum ini lahirlah KEPRES No 22 / 2015 ditetapkam sebagai hari santri nasional. Terima kasih Bapak Jokowi (Presiden Republik Indonesia).

Menjadi santri bukan hal mudah, dari pesantren kami belajar disiplin & mandiri, belajar antri, cuci pakaian sendiri, tugas menyapu, belajar bersosialitas, bersahabat dengan sesama santri senior & yunior, belajar akhlaq dan menghargai guru, belajar memenej keuangan, belajar menahan kesabaran bila belum ada kiriman, belajar menahan rindu dengan orang tua, belajar bangun malam, dan mandi mulai jam 3 dini hari, belajar hidangan makanan apa adanya, belajar peduli jika ada santri yang sakit, belajar bertanggung jawab dgengan amanah sebagai pengurus organisasi santri untuk mengatur & mengorganisir santri-santri junior, belajar tangguh & ikhlas jika mendapat sanksi, dan jika menjalin kasih antara santri-santriyah (santriwan / santriwati) adalah “cinta terlarang” dengan kategori pelanggaran paling top, sehingga PESANTREN adalah juga taman memendam rindu dan cinta. Sekilas semua itu ada pembelajaran untuk menjaga muru’ah diri. dan itu semua proses pendidikan dan didik diri yang hanya di lalui sewaktu menjadi santri. Sehingga santri akrab dengan tantangan, kesulitan, keprihatinan, dan sarat dengan perjuangan, pertarungan, dan kepemimpinan..

Ada banyak motivasi masuk pesantren, bisa kemauan oang tua, atau kemauan sendiri, dan bisa pula keduanya. Motivasi yang kuat untuk masuk pesantren menjadikan kita akan siap dgengan segala resiko kehidupan pesantren.

Pengalaman pribadi saya, di samping arahan orang tua, secara pribadi memamg saya memiliki motivasi untuk menjadi santri, karena motivasi diri maka saya tak pernah mengeluh, dan kujadikan sebagai wahana untuk membentuk diri, dengan segala dinamikanya menjadi kenangan indah menjadi santri sehingga tak terasa waktu 6 tahun adalah waktu yang singkat, bahkan ketika menginjak perguruan tinggi sayapun masih menjadi santri mendapat beasiswa sebagai utusan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan untuk tugas kuliah di UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SOLO (UMS), sekaligus kuliah sebagai MAHASANTRI PONDOK SHABRAN UMS (pengkaderan ulama tingkat nasional), sehingga genap 19 tahun hidupku dalam lingkungan santri/mahasantri.

Banyak suka duka, namun dari sana saya berproses untuk menjadi manusia yang semoga memberi bermanfaat. Bersyukur kepada Allah, dengan spirit perjuangan Rasulullah Saw, atas KaruniaNya, serta ucapan terima kasih kepada guru-guruku, para dosenku, pembimbingan atas transformasi ilmu, terutama kepada kedua orang tua, karena kebutuhan untukku mèreka berjuang, karena cita-citaku, keduanya rela untuk bersusah payah, tak hentinya doaku menyertaimu di alam barzakh sana, Y’a Allah Rahmati keduanya, dan Ya Rasul beri syafa’at keduanya.. amin

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler