Connect with us
alterntif text

Uncategorized

Alokasi Beasiswa Minim, Anggota Komisi III DPRD Majene Geram

Published

on

Siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. (Foto ilustrasi/Dok 2019)
alterntif text

MAJENE — Anggota Komisi III DPRD Majene, Rahmatullah menyayangkan minimnya anggaran beasiswa yang diusulkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Didikpora) untuk tahun 2022.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini membeberkan, alokasi beasiswa yang termuat dalam Rencana Kerja Angaran (RKA) Disdikpora Majene hanya Rp100 juta. Itu terungkap melalui rapat Komisi III bersama pemerintah daerah, awal pekan lalu.

“Saya menganggap terlalu sedikit itu jumlah Rp100 juta untuk beasiswa yang dipersiapkan Pemda,” ujar Rahmatullah, Kamis (21/10/2021).

Sebagai pusat layanan pendidikan di Sulawesi Barat, kata Rahmatullah, Pemda Majene harus fokus memajukan sektor pendidikan. Khususnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui bantuan pelajar dan mahasiswa berprestasi.

“Karena sangat berbanding terbalik kalau Majene mau dikatakan kota pendidikan, sementara sentuhan hal-hal untuk memajukan pendidikan kita, itu jumlahnya tidak signifikan,” ucapnya.

Dalam RKA Disdikpora, Rahmatullah juga menemukan sejumlah program yang dinilai hanya pemborosan anggaran. Semisal pemeliharan meubelair atau peralatan kantor di setiap UPTD pendidikan. Jumlahnya kurang dari sejuta, berkisar Rp350 ribu hingga Rp700 ribu. Ia menganggap program itu sangat tidak realistis dan terkesan mengada-ada.

“Orang perencanaannya dinas pendidikan ini tidak becus dalam menyusun program,” kesalnya.

Ia meminta Disdikpora mengalihkan program yang terkesan pemborosan untuk menambah alokasi beasiswa. Penyesuaian itu masih dimungkinkan sebab RKA bersifat sementara.

Lagipula, program beasiswa sejalan dengan visi misi Bupati, Unggul Mandiri Religius (UMR). Visi unggul dalam penjabarannya diharapkan masyarakat, termasuk pelajar memiliki daya saing.

“Bagaimana kita memiliki daya saing kalau kurang perhatian,” tegasnya.

Politisi muda PSI ini menambahkan, sektor pendidikan kerap menjadi keluhan yang disampaikan dalam sejumlah pertemuan Komisi III dengan mahasiswa. Terakhir, saat kunjungan ke asrama mahasiswa putra Mandar Majene di jalan Toa Daeng 3 Makassar.

“Itu kan pasti keluhannya perhatian pemerintah. Alangkah durhakanya saya kalau saya tidak menyuarakan itu,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, pelaksana tugas Kepala Disdikpora Majene, Mithhar Thala Ali menyebut, pihaknya sudah mengusulkan alokasi beasiswa hingga Rp500 juta. Namun anggaran yang tersedia hanya Rp100 juta.

Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya anggaran di Disdikpora. Apalagi terjadi penurunan transfer anggaran dari pemerintah pusat.

“Maunya kita sih banyak, tapi mau diapa karena anggaran memang sekarang minim,” katanya.

Terkait program yang anggaran kecil dan kurang efektif, Mithhar sependapat dengan Rahmatullah. Ia pun berharap anggaran yang dialokasikan dapat efektif.

“Saya kira ini masih bisa kita menyesuaikan untuk mengeksekusi visi misi bupati,”

Meski begitu, Disdikpora akan mencari terobosan untuk membantu mahasiswa atau pelajar. Saat ini pun ada wacana kerjasama pihak ketiga untuk memberi pinjaman lunak pada mahasiswa.

Pinjaman tersebut untuk membantu biaya pendidikan atau penyelesaian studi. Untuk pengembaliannya, dapat dicicil tanpa dikenakan bunga.

“Saya mau bicara dulu dengan pak rektor Unsulbar dan STAIN,” pungkasnya. (*)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler