Connect with us
alterntif text

Sports

Kadispora Sulsel : Progress Pembangunan Stadion Mattoangin, Berjalan On The Track

Published

on

alterntif text

MAKASSAR — Sebagai kelanjutan proses pembangunan Stadion Mattoangin, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sulsel telah melakukan penandatanganan kontrak dengan PT Artefak Arkindo, selaku konsultan manajemen konstruksi untuk proyek pembangunan Stadion Mattoanging.

Artefak Arkindo berperan sebagai pengawas membantu Dispora Sulsel selaku penanggung jawab pengawasan pembangunan Stadion Mattoanging, termasuk di dalamnya menyiapkan dokumen tahapan lelang dini konstruksi agar dapat berjalan sesuai ketentuan dan tepat waktu.

Kepala Dispora Sulsel, Andi Arwin Azis, mengungkapkan, Artefak Arkindo sebelumnya telah melalui tahap lelang tender manajemen konstruksi bersama 57 perusahaan lainnya, dan dinyatakan menang Mei 2021 lalu.

Salah satu tugas yang akan dilakukan perusahaan tersebut adalah mereview desain yang disusun oleh PT Arkonin.

Selanjutnya, hasil review nantinya akan menjadi patokan desain untuk pelaksanaan lelang dini terhadap pengerjaan konstruksi Stadion Mattoanging tahun depan.

“Sebelum melakukan lelang dini itu, ada beberapa tahapan yang harus kita penuhi. Termasuk salah satunya mereview design, melengkapi dokumen untuk menghadapi lelang dini. Jadi, manajemen konstruksi pengawasan ini sengaja kita dahulukan untuk berkontrak, karena ini nantinya akan bertugas melakukan review terhadap additional design yang disusun oleh PT Arkonin,” ujar Andi Arwin Azis di Makassar, Jumat, 17 September 2021.

Andi Arwin Azis menuturkan, tahun depan pihaknya sudah bisa berkontrak berdasarkan hasil lelang dini tahun ini.

Pihaknya pun menargetkan, pemenang lelang dini ini sudah ditentukan pada Desember 2021 atau paling lambat Januari 2022.

“Jadi awal tahun kita bisa melaksanakan penandatangan kontrak dilanjutkan dengan pembangunan fisik. Karena memang anggaran Stadion Mattoanging itu tersedia di 2022,” terangnya.

Dia menyebut, sejauh ini progres persiapan pembangunan Stadion Mattoanging yang menjadi kewenangan Dispora Sulsel telah berjalan on the track.

Pihaknya tinggal menunggu pemenang lelang sebagaimana ketersediaan anggarannya di tahun 2022.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena semua sudah siap. Dan kami akan melaksanakan (pembangunan) sesuai alokasi anggaran yang tersedia,” tandas Andi Arwin Azis.

Adapun beberapa ruang lingkup pekerjaan PT Artefak Arkindo sebagai konsultan manajemen konstruksi meliputi tiga tahap. Yakni tahap perencanaan, pelelangan dan pelaksanaan. Untuk tahap perencanaan, tugasnya antara lain : melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat.

Meneliti kelengkapan dokumen perencanaan yang meliputi tes laboratorium dan pemeriksaan hasil perencanaan dari sudut efesiensi sumber daya dan biaya, serta kemungkinan keterlaksanaan konstruksi fisik.

Kemudian, membuat laporan review desain pada setiap tahapan penyusunan rencana teknis sebagai acuan persetujuan pengguna jasa yang meliputi gambar perencanaan, Rencana Kerja dan Syarat (RKS), RAB, Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), backup volume pekerjaan, kewajaran harga material, spesifikasi teknis dan outline kriteria penerimaan (pengujian, testing and commissioning).

Pada tahap pelelangan, tugasnya antara lain; membantu pengelola kegiatan dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan konstruksi fisik.

Lalu membantu unit layanan pengadaan barang dan jasa atau kelompok kerja atau pejabat pengadaan dalam penyebarluasan pengumuman pelelangan, baik melalui papan media cetak, maupun media elekronik melalui LPSE.

Juga dalam menyusun harga perhitungan sendiri (HPS) atau owner’s estimate (OE) pekerjaan konstruksi fisik.

Sementara tugas pada tahap pelaksanaan, antara lain mencakup evaluasi dan koordinasi dengan perencana (konsultan pengawasan berkala) terkait hasil perencanaan, perubahan-perubahan/ penyimpangan teknis dan administrasi atas persoalan yang timbul serta pengusulan saat pelaksanaan konstruksi.

Kemudian meneliti kelengkapan dokumen dengan melihat kondisi lapangan, menyusun program pengendalian pelaksanaan konstruksi oleh kontraktor bersama konsultan perencana. Serta membantu proses pemenuhan persyaratan perubahan terhadap dokumen hasil perencanaan.

“Pada tahap ini pula, mereka akan menyusun Rencana Mutu Kontrak kegiatan Konsultan Manajemen Konstruksi sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku, termasuk menyusun pedoman dan kriteria pengendalian dan pengawasan, form-form persetujuan dan form-form penerimaan,” jelasnya.(*)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler