Connect with us
alterntif text

Regional

Kejari Majene Dalami Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa

Published

on

Ilustrasi (IST/Net)
alterntif text

MAJENE — Jaringan Pemerhati Kebijakan Pemerintah Daerah (JAPKEPDA) mendesak pengusutan kasus dugaan korupsi dana desa di Majene, Sulawesi Barat.

Desakan ini menyusul laporan masyarakat pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene tentang dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019 di sejumlah desa di Bumi Assamalewuang. Ketua JAPKEPDA, Juniardi mengatakan, masyarakat tengah menanti kejelasan kasus tersebut.

“Kami berharap Kajari Majene dapat segera mengungkap dugaan korupsi tujuh kades tersebut. Kemudian menyampaikannya ke publik, supaya tidak ada kesan para kepala desa kebal hukum,” tegas Juniardi, Kamis (2/9/2021).

Saat ini Kejari Majene tengah menelusuri laporan dugaan korupsi pada tujuh desa di Majene. Yakni Desa Pamboborang, Bambangan, Lombang Timur, Banua Adolang, Bukit Samang, Tallambalao dan Desa Onang.

Kejari Majene pun bersurat pada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk permintaan dokumen terkait laporan tersebut.

Dokumen yang ditelusuri berupa APBDes 2019, rekening koran per Januari sampai dengan Desember 2019, RAB kegiatan serta Laporan Pertanggungjawaban (LPj) keuangan tahun 2019.

Kasi Intel Kejari Majene, Ihsan Husni membenarkan informasi tersebut. Namun pihaknya tak memberikan banyak keterangan terkait penanganan kasus tersebut.

“Baru telaah laporan sama pengumpulan data,” jawab Ihsan melalui pesat singkat whatsapp. (*)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:

Terpopuler