Connect with us
alterntif text

Politik

3 Legislator Tinggalkan Koalisi, LPJ APBD Parepare Lanjut

Published

on

PAREPARE — Aksi Boikot Paripurna Laporan Pertanggungjawaban APBD Parepare tahun 2020 terhenti. Itu setelah tiga legislator keluar dari koalisi yang memboikot paripurna.

Setelah Legislator Perindo Hariani dan Hermanto dari Partai Hanura ikut paripurna, kini legislator Partai Bulan Bintang (PBB) Sudirman Tansi juga keluar dari koalisi sembilan anggota DPRD yang sempat memboikot paripurna LPJ APBD 2020.

Alhasil, rapat paripurna tersebut memenuhi syarat atau kuorum untuk dilanjutkan.

Hanya saja, sesaat rapat paripurna dibuka, Sudirman Tansi meninggalkan ruang rapat. Meski begitu, ia tetap menyetujui LPJ APBD Parepare itu untuk ditetapkan menjadi perda.

“Saya ini diculik pagi-pagi. Jadi saya hadir disini. Saya mengatakan menyetujui terlebih dahulu. Saya mohon maaf karena harus meninggalkan ruang rapat ini,” ujar dia, Kamis (8/7/2021).

Anggota DPRD Fraksi Gerindra Yusuf Lapanna menanggapi tiga legislator yang meninggalkan koalisi. “Biarkan masyarakat yang menilai. Partai kami tetap dan selalu memprioritaskan kepentingan masyarakat yang utama dalam penggunaan APBD,” ujar dia.

Legislator Nasdem Suyuti (SYT) yang ikut memboikot mengatakan dirinya bersama Partai Nasdem tak goyah. Sebab, kata dia, yang diperjuangkan kepentingan masyarakat. Terlebih soal tidak disediakan TPP bagi ASN.

“Kepentingan masyarakat di atas segala-galanya. Di Parepare terjadi kezaliman terhadap ASN dengan tidak adanya TPP. Itu yang kami perjuangkan bersama teman-teman,” ujarnya.

Koalisi yang solid memboikot tersisa 8 anggota DPRD. Yakni Yasser Latief, Tasming Hamid, Asmawati, dan Suyuti dari fraksi Nasdem. Selanjutnya Kamaluddin Kadir, Yusuf Lapanna dan Andi Amir Mahmud dari Gerindra. Serta Legislator PDIP Apriyani Djamaluddin.

Sementara itu, 17 anggota DPRD yang menghadiri rapat tersebut yakni dari fraksi Golkar Andi Nurhatina, Kaharuddin Kadir, Indriasari Husni, Suleman, dan Mulyadi.

Kemudian dari fraksi Demokrat, Rahmat Sjamsu Alam, Bambang Nasir, dan Yangsmid Rahman. Dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ibrahim Suanda dan Musdalifah Pawe. Dua legislator PPP juga hadir, Namri Nasir dan Rudy Najamuddin.

Selanjutnya, hadir pula Legislator PKB Andi Fudail, Hermanto (Hanura), Hariani (Perindo), Satriya (PDIP) dan Sudirman Tansi (PBB).

Sebelumnya Ketua Fraksi Nasdem DPRD Parepare Yasser Latief mengatakan, aksi boikot itu, kata dia, dipicu ketidakpuasan DPRD terhadap abainya Walikota menganggarkan TPP.

“Ini merupakan kelalaian Pemkot untuk menyejahterakan warganya. Saat ini hanya Kota Parepare di Sulsel yg belum memberikan TPP. Di sisi lain uang makan minum bagi ASN juga sudah ditiadakan,” beber YL -sapaanya-, Rabu (7/7/2021).

Selain itu, Yasser menilai kinerja Pemkot dalam penanganan Covid-19 sekadar seremonial belaka. Kata dia, tidak memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang ekonomi sulit akibat pembatasan aktivitas.

“Padahal seharusnya masyarakat dibantu dengan kebutuhan pokok berupa sembako, sebagai kompensasi pelarangan beraktivitas. Juga bantuan modal kepada pelaku UMKM,” pinta YL.

Alasan ketiga, sambungnya, pihaknya menyayangkan aspirasi masyarakat dari reses dan musrenbang tak direspons dengan baik. Malahan memprioritaskan pembangunan fisik.

“Hasil musrenbang dan aspirasi masyarakat melalui reses anggota DPRD kurang diakomodir. Bahkan cenderung diabaikan,” pungkasnya.(rdi)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler