Connect with us
alterntif text

Regional

Parepare Gagal di STQH, DPRD Kritisi Label Kota Santri Cuma Pembangunan Fisik

Published

on

Foto: Int

PAREPARE — Parepare terpaksa pulang tanpa juara di ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) ke-32 Sulsel. Hasil itu direspons pelbagai pihak. Salah satunya Komisi II DPRD yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Ketua Komisi II DPRD Parepare Kamaluddin Kadir mengaku kecewa dengan hasil itu. Bagian kesra, sambungnya, perlu mengevaluasi kinerjanya.

“Seakan-akan kegiatan ini (STQH) cuma menggugurkan kewajiban. Buktinya tidak ada juara,” tegasnya kepada tegas.id, Kamis (10/6/2021).

Ketua Komisi II DPRD Kamaluddin Kadir

Legislator Gerindra itu menilai kegagalan di STQH merupakan imbas kurang memperhatikan pembangunan non fisik. Ia meminta agar program keagamaan juga menjadi prioritas.

“Mestinya kegiatan di kesra harusnya menjadi prioritas. Sebagaimana menjadi ikon kota santri dan ulama. Makanya pembangunan harus seimbang antara fisik dan non fisik,” kata dia.

Kamaluddin menyebutkan Pemkot Parepare terkesan mengesampingkan program keagamaan. Pemkot, katanya, lebih mementingkan infrastruktur dan mengacuhkan pembangunan sumber daya manusia.

“Padahal pembangunan itu bukan hanya pada infrasruktur tapi juga pada pembangunan manusia sebagai modal investasi dimasa depan atau human capital,” tandasnya.

Parepare di STQH ke-32 Sulsel hanya meraih juara harapan dua pada satu cabang lomba. Hasil itu tak membuat Parepare menorehkan nilai.

Kabag Kesra Setdako Parepare Wahyuni Chalik mengatakan hasil STQH akan menjadi bahan evaluasi. Sehingga, sambungnya, perlu melakukan pembinaan secara intens kepada peserta yang nantinya akan diseleksi dari tingkat kecamatan.

“Panitia di Kecamatan diharapkan memberikan informasi secara meluas kepada masyarakat jika akan dilaksanakan STQ. Agar supaya yang berbakat dalam bidang yang dilombakan bisa mendaftarkan diri,” jelasnya. (rdi)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:

Terpopuler