Connect with us
alterntif text

Regional

BEM Nusantara Sulawesi Ajak Mahasiswa Lawan Radikalisme dan Terorisme

Published

on

Koordinator Sulawesi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Muh Iqsam menyampaikan sambutan dalam seminar di LPMP Sulbar, Minggu (2/5/2021).

MAJENE — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Koordinator Sulawesi menggelar seminar kebangsaan di aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Barat, Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae Timur, Majene, Minggu (2/5/2021).

Seminar tersebut mengangkat tema ‘Merawat kebhinnekaan, cegah radikalisme dan terorisme untuk keutuhan NKRI’. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang. Mulai akademisi, Kepolisian, dewan pendidikan hingga forum komunikasi penyuluh Agama Islam Kabupaten Majene.

Koordinator Sulawesi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Muh Iqsam mengatakan, seminar ini untuk menyikapi perkembangan paham radikal dan terorisme di kalangan mahasiswa hingga masyarakat secara luas. Juga terkait teror bom di Gereja Katedral Makassar dan aksi penembakan di Mabes Polri, beberapa waktu lalu.

Menurut Iqsam, saat ini paham radikal dan terorisme terus berkembang. Kalangan mahasiswa, pemuda hingga pelajar menjadi sasaran utama untuk dicekoki paham tersebut.

“Mahasiswa yang paling rentan terpapar paham seperti itu,” ujar Iqsam.

alterntif text

Koordinator Sulawesi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Muh Iqsam menyampaikan sambutan dalam seminar di LPMP Sulbar, Minggu (2/5/2021).

Dijelaskan, ciri utama dari paham tersebut yakni menolak mengakui empat pilar negara. Pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan bhinneka tunggal ika.

Pemahaman seperti itu, lanjut Iqsam, secara terselubung dicekoki pada mahasiswa yang memang haus ilmu pengetahuan. Hal itu dapat merusak semangat nasionalisme dan keberagaman yang dianut Bangsa Indonesia selama ini.

Untuk membentengi mahasiswa dan masyarakat dari pemahaman tersebut, kata Iqsam, mesti dilakukan berbagai diskursus dan dialog. Serta membangun kesepahaman secara menyeluruh untuk menolak dan melawan radikalisme maupun terorisme.

Iqsam yang juga menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat ini juga meminta mahasiswa untuk menjadi garda terdepan menyuarakan perlawanan tersebut. Sebab fungsi mahasiswa merupakan agen sosial of control atau kontrol sosial.

“Fungsi sosial of control mahasiswa tidak hanya terhadap kebijakan pemererintah yang tidak pro rakyat, tapi juga kontrol terhadap pemahaman yang dapat menggaggu kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya. (*)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler