Connect with us
alterntif text

Kolom

Kolom ; Menjadikan Islam Sebagai Ideologi Pembaharuan/Pembebasan

Published

on

Gambar : Liputan6.com
alterntif text

Oleh : Gunawan Hatmin

(Leader Ali-Syariati Institute)

Iran adalah Negara mayoritas Islam. Bagi Ali-Syariati Islam adalah ajaran yang membawa misi perubahan, pembaharuan dan pembebasan terhadap sistem sosial yang terbentuk dalam bingkai despotisme yang menguntungkan kepentingan segelintir kalangan. Islam secara ideologis maupun historis mempunyai akar pemikiran dan tradisi keberagamaan yang reaktif terhadap berbagai gerakan intimidatisi yang berusaha mengeksploitasi tatanan nilai kebaikan secara universal.

Tidak mengherankan, apabila kemunculan Islam pertama kali adalah membawa semangat pembebasan dan mengangkat derajat manusia untuk mendapatkan posisi yang layak dalam konteks kehidupan ekonomi, sosial, politik dan budaya. Sehubungan dengan ini, Muhammad saw mendapatkan legalitas utama sebagai penggerak semangat pembebasan masyarakat bawah (grass roots) yang tertindas untuk mendapat posisi yang layak dalam kehidupan sosial dan budayanya (social and cultural systems).

Pada dasarnya semangat yang terkandung dalam teologi pembebasan lebih mengarah pada misi pembentukan cita-cita ideal yang ingin diwujudkan Islam, sehingga secara substansial teologi pembebasan merupakan proses yang berkelindan bersamaan dengan visi kemunculan Islam.

Misi utama yang dilakukan Rasulullah saw sebagai utusan Allah adalah membebaskan manusia dari berbagai hal yang merendahkan martabatnya seperti kemusyrikan, pertengkaran, kebodohan dan berbagai keterbelakangan lainnya. Senada dengan hal ini.

Kuntowijoyo menyatakan bahwa, “Salah satu kepentingan terbesar kemunculan Islam sebagai sebuah ideologi sosial adalah bagaimana masyarakat agar sesuai dengan cita-cita dan visinya mengenai transformasi sosial. Semua ideologi atau filsafat sosial menghadapi suatu pertanyaan pokok, yakni bagaimana mengubah masyarakat dari kondisinya yang sekarang menuju kepada keadaan yang lebih dekat dengan tatanan idealnya”

Ali Syariati pandangan dunia dan ideologi, baginya ialah pandangan dunia Tauhid yang membebaskan, serta konsep tentang falsafah pemahaman manusia. Ali Syariati memahami agama bukan hanya berdimensi ritual saja. Menurutnya, agama adalah sumber lahirnya kesadaran , landasan etik ( moralitas ), tanggungjawab (tanggung jawab ) dan kehendak bebas ( kehendak bebas ) yang mampu menggerakkan pemeluknya menjadi kekuatan pembebas dari determinasi ideologi-ideologi multitheismyang menindas. Tauhid adalah fondasi ideologi yang mendasari segala bentuk diskriminasi menuju menegasi egalitarianisme (persamaan) manusia.

Tauhid adalah spirit perlawanan atas kezaliman dan penindasan berdasarkan nilai-nilai keadilan. Dalam pandangan Ali Syariati Tauhid adalah ephisentrum kehidupan dan modus eksistensi.

Tauhid meniscayakan pandangan dunia yang teosentrik dengan orientasi menuntun manusia dalam gerak evolusi eksistensial menjadi manusia teomorphis , manusia yang mengatribusi sifat-sifat Ketuhanan.

Sehingga jikala teman-teman baca setiap tulisannya itu, adabanyak pencakupan pemikiran yang di berikan ali-syariati kepada pemuda melalui ceramah-ceramah nya & kuliahnya. Ada poin yang paling subtasif dalam pemikirannya yakni menjadikan agama sebagai ideologi pembebasan. Paling tidak REVOLUSI ISLAM IRAN ITU Hadir kerna, guncangan pemikiran dri ali-syariati.

#AlisyariatiInstitute
#Revolusidirimenujurevolusisosial
#Bangkitdanbersyahadat

alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler