Connect with us
alterntif text

Regional

Ikan Mola-mola Terdampar di Majene Sulbar, Begini Penjelasan Akademisi Unsulbar

Published

on

Ikan mola-mola terdampar di Pantai Deking, Desa Lombong, Kecamatan Malunda, Majene, Sulbar, Rabu (14/4/2021). (Foto IST/Nirwana)

MAJENE — Ikan mola-mola terdampar di pantai Deking, Desa Lombong, Kecamatan Malunda, Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (14/4/2021).

Ikan langka yang biasa disebut sunfish alias ikan matahari ini terdampar beberapa meter dari bibir pantai. Warga setempat, Ikhal Kamaruddin mengatakan, diduga ikan tersebut terdampar saat laut pasang pada malam hari.

“Mungkin terdampar, karena pasang ini tadi malam, mungkin dibawami ke pinggir,” jelas Ikhal.

Dosen Perikanan Akuakultur Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Doktor Muhammad Nur mengatakan, ini merupakan kali kedua ikan mola-mola terdampar di Majene. 31 Juli 2019 silam, ikan mola-mola berukuran panjang 190 centimeter (cm) dan tinggi 126 cm juga terdampar di Pantai Barane, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur.

Berdasarkan pengamatan morfologi yang dilakukan mahasiswa Prodi Akuakultur Unsulbar, ikan mola-mola yang terdampar di Pantai Deking berukuran panjang 167 cm dan tinggi 117 cm. Struktur tubuhnya dalam keadaan lengkap, namun terdapat beberapa luka sayatan pada tubuh ikan dan parasit yang menempel di kulitnya.

“Diperkirakan karena akan dikomsumsi oleh masyarakat namun tidak jadi dikarenakan ketakutan adanya mitos terkait ikan langka ini,” jelas Muhammad Nur.

Luka sayatan di tubuh ikan mola-mola yang terdampar di Pantai Deking (Foto Mahasiswa Perikanan Unsulbar, Nirwana)

Saat ini bangkai ikan mola-mola belum dievakuasi dari Pantai Deking. Namun telah dilaporkan ke Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) agar dievakuasi dan dilakukan tindakan lanjutan.

Muhammad Nur menjelaskan, diperlukan analisa lebih lanjut untuk mengetahui penyebab terdamparnya ikan tersebut. Namun pada banyak kasus, ikan mola-mola terdampar karena kebiasaannya berjemur dipermukaan air.

“Sehingga terkadang jika arus lautnya kuat atau kencang, ikan ini dapat terbawa hingga ke pesisir atau perairan dangkal,” terangnya.

Ia menambahkan, mola-mola tergolong ke dalam family molidae, ordo tetraodontiformes dan merupakan ikan bertulang sejati terberat di dunia. Beratnya mencapai 2,3 ton.

Ciri khas ikan ini, tidak mempunyai sirip ekor tetapi memiliki clavus yang merupakan bentuk sambungan antara sirip atas atau punggung dan sirip bawah atau perut.

Ikan ini hidup di kedalaman beberapa meter hingga lebih dari 800 meter. Mola-mola disebut sunfish yang berarti ikan matahari karena kegemarannya berjemur. Ikan ini berjemur untuk menghangatkan tubuhnya hingga mencapai suhu yang ideal sebelum menyelam ke laut yang lebih dalam dan dingin.

“Faktor lainnya yakni untuk menghilangkan parasit yang melekat di tubuh ikan mola-mola,” pungkasnya. (*)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:

Terpopuler