Connect with us
alterntif text

Regional

Temui Dirjen Kemenlu, Bupati Majene Paparkan Kondisi Warganya jadi TKI di Malaysia

Published

on

Bupati Majene, Lukman menyampaikan kondisi warga Majene jadi TKI di hadapan Dirjen Kemenlu di hotel bintang lima, The Hermitage Menteng Jakarta, Rabu, (7/4/2021).

MAJENE — Bupati Majene, Lukman bertandang ke Jakarta untuk memperjuangkan penanganan warga Majene yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Sabah, Malaysia.

Dalam agenda tersebut, Lukman bertemu dengan Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Andy Rachmianto, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Bantuan Hukum Indonesia (BHI), Judha Nugraha. Pertemuan itu berlangsung di hotel bintang lima, The Hermitage Menteng Jakarta, Rabu, (7/4/2021).

Dalam kesempatan itu, Bupati Majene, Lukman menyampaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan. Termasuk warga Majene yang mengadu nasib di Malaysia sebagai nelayan dan ingin pulang. Namun terkendala pekerjaan yang akan digeluti setibanya di kampung.

Lukman menjelaskan, pada tahun 2016, Kemenlu telah menyelamatkan dua warga Majene yang disandera kelompok bersenjata, Abu Sayyaf. Namun keduanya hanya bertahan setahun dan kembali lagi merantau ke Malaysia.

“Yang akan kami lakukan adalah agar tidak ada lagi warga kami yang ikut seperti itu, adalah bagaimana kami dapat mengawasi dan membatasi warga yang lain untuk ikut jejaknya,” terang Lukman.

alterntif text

Ia berharap, Kemenlu memfasilitasi Pemda Majene untuk dapat bertemu warga Majene di luar negeri. Sehingga dapat mengetahui aktivitas yang mereka lakukan di perantauan.

Dalam kesepakatan itu juga, Lukman meminta agar nelayan Majene dibantu sarana perikanan dan kelautan. Seperti kapal atau rumput laut sehingga tidak ada lagi warga Majene yang bekerja secara ilegal ke luar negeri.

“Karena rata-rata warga kami yang ke luar negeri mencari kerja secara ilegal adalah nelayan,” ungkapnya.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Judha Nugraha sangat mengapresiasi kehadiran Bupati Majene, Lukman. Kemenlu berjanji menjembatani keinginan dan program yang disampaikan bupati, termasuk segera melakukan kunjungan ke Majene.

Ia pun berpesan, masyarakat Majene yang ingin bekerja di luar negeri , agar mengikuti program yang prosedural, legal dan sudah diatur di Kementerian Ketenagakerjaan.

“Jangan coba-coba pekerjaan non prosedural karena resiko yang tinggi dan membawa nyawa,” ucapnya.

Pertemuan di Hotel The Hermitage Menteng Jakarta ini juga dihadiri Bupati Buton, La Bakry, Wakil Walikota Bau Bau, La Ode Ahmad Monianse, Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud, Wakil Bupati Selayar, Saiful Arif, dan pejabat eselon I Kementerian dan Lembaga lainnya. (*)

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler