Connect with us
alterntif text

Kolom

Esai ; Agama Islam sebagai Basis Pendidikan Karakter

Published

on

Gambar ilustrasi (ist)

Penulis : Munsir M

Dunia pendidikan adalah dunia yang sangat dinamis , selalu bergerak, dan selalu terjadi perubahan dan pembaharuan. Sekolah seolah terus berpacu memunculkan dan mengejar keunggulan masing – masing. Memasuki Era globalisasi menjadi satu tantangan tersendiri bagi pengelola pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum dan sarana pendidikan mereka dengan berbagai teknologi canggih agar bisa menghasilkan peserta didik yang mampu bersaing di Era ‘ Global Village ‘.

Kondisi seperti ini memberi semangat berbagai lembaga pendidika mengejar keunggulan teknologi, terbesit suatu pertanyaan, sebesar itu jugakah semangat kita untuk mengejar keunggulan karakter peserta didik kita ?
Jika melihat kepada ajaran islam sebagai pedoman hidup, maka ditemukan salah satu tugas pokok kerasulan adalah penyempurnaan akhlak , hubungannya dengan lembaga pendidikan atau sekolah yang menjadi salah satu dari tiga komponen pendidikan memegang peran penting , termasuk guru – gurunya untuk memperhatikan secara serius masalah pembentukan akhlak atau karakter yang baik pada peserta didiknya. Sabda Rasulullah saw, yang menggambarkan bahwa akhlak atau karakter manusia yang baik adalah tugas yang menjadi prioritas utama yang harus diperbaiki, yaitu ” Sesungguhnya aku ( Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak. ”

Hadis berikut ini adalah hadis yang menerangkan bahwa pendidikan memegang peran penting dalam proses pembiasaan atau pembentukan karakter peserta didik yang belum tersentuh dengan sesuatu. Dalam hal ini adalah orang tua atau keluarga dan sekolah. Hadis yang dimaksud adalah :
Artinya ” Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi , Nasrani atau Majusi. ”

Sekolah adalah tempat yang sangat strategis bahkan yang utama setelah keluarga untuk membentuk akhlak atau karakter peserta didik. Bahkan seharusnya setiap sekolah menjadikan kualitas akhlak/ karakter sebagai salah satu quality asurance yang harus dimiliki oleh setiap lulusan sekolahnya. Salah satu tujuan pendidikan nasional supaya berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakep, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Hadis berikut juga menjelaskan indikator kesempurnaan iman yang menitik beratkan kepada akhlak yang baik yang artinya ” Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya diantara mereka. ” .

Redaksi hadis lain yang senada dengan itu, bahkan lebih tegas memberi status tinggi terhadap orang yang baik akhlaknya di sisi Rasulullah saw, yang Artinya ” Dari jabir bahwasanya Rasulullah saw, bersabda sesungguhnya orang yang paling mencintaiku dan lebih dekat tempat duduknya dengan saya pada hari kiamat adalah yang baik akhlaknya dan sesungguhnya yang mendapatkan marah besar dari saya dan paling jauh dari saya tempat duduknya pada hari kiamat adalah yang sombong dan takabur “.

alterntif text

Jika ternyata baiknya akhlak menjadikan sempurnanya iman, maka tidak ada alasan bagi sekolah untuk menomor duakan keseriusan dalam upaya pembentukan akhlak/ karakter dibanding keseriusan mengejar teknologi. Bahkan yakinlah bahwa jika peserta didik memiliki akhlak / karakter yang baik, Insya Allah merekapun akan lebih mudah kita pacu untuk mengejar prestasi lainnya. Islam sebagai agama atau ajaran telah begitu jelas menerangkan bahwa akhlak adalah unsur utama dalam kehidupan di dunia karena akhlak (karakter) yang baik komponen kehidupan lainnya akan mudah diperoleh.

Para peneliti dan tokoh kelas dunia pun dengan jelas ikut menyuarakan pentingnya masalah pembentukan karakter ini, salah satunya adalah Theodore Roosevelt , mantan presiden USA yang mengatakan ” To educate a person in mind and not in morals is educate a menace to society ” , ” Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman marabahaya kepada masyarakat “.

Jika ada pertanyaan yang muncul ” akankah bangsa ini akan terpuruk akibat dekadensi moral yang terjadi ? , jawabannya adalah ” ya ” bila bangsa ini tidak melakukan perbaikan , khususnya para pengelola sekolah dan para pendidik tidak melakukan langkah perbaikan moral sejak dini terhadap peserta didik melalui pembiasaan. Dan menjadikan agama sebagai sumber nilai nilai akhlak dan karakter bangsa. Inilah peran strategis yang harus diambil yakni melakukan pembinaan akhlak untuk menghindari bangsa dari keterpurukan.

Dalam Islam, tidak ada disiplin ilmu yang terpisah dari etika islam. Dan pentingnya komparasi antara akal dan wahyu dalam menentukan nilai – nilai moral terbuka untuk diperdebatkan. Dalam islam terdapat tiga nilai utama, yaitu akhlak, adab dan keteladanan. Akhlak merujuk kepada tugas dan tanggung jawab selain syari’ah dan ajaran islam secara umum. Sedangkan adab merujuk kepada sikap yang dihubungkan dengan tingkah laku yang baik. Dan keteladanan merujuk kepada kualitas karakter yang ditampilkan oleh seseorang muslim yang baik yang mengikuti teladan nabi Muhammad saw. Ketiga pilar inilah yang menjadi pilar pendidikan karakter dalam islam.

Sebagai usaha yang identik dengan ajaran agama, karakter dalam islam memiliki keunikan dan perbedaan dengan pendidikan karakter di dunia barat. Perbedaan – perbedaan tersebut mencakup penekanan terhadap prinsip – prinsip agama yang abadi, aturan dan hukum dalam memperkuat moralitas, perbedaan pemahaman tentang kebenaran, penolakan terhadap otonomi moral dan penekanan pahala di akhirat sebagau motivasi perilaku moral. Inti dari perbedaan – perbedaan ini adalah keberadaan wahyu Ilahi sebagai sumber dan rambu – rambu pendidikan karakter dalam islam. Akibatnya, pendidikan karakter dalam islam lebih sering dilakukan secara doktriner dan dogmatis, tidak secara demokratis dan logis.

Hal penting yang dapat disimpulkan dari paparan di atas adalah kekayaan pendidikan Islam dengan ajaran moral yang sangat menarik untuk dijadikan content dari pendidikan karakter. Sehingga diharapkan pada tataran operasional, pendidikan Islam sudah mampu mengolah konten ini menjadi materi yang menarik dengan metode dan teknik yang efektif.

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler