Connect with us
alterntif text

Kolom

Esai ; Kuliah Sambil Kerja dan Kerja Sambil Kuliah

Published

on

Foto: mistar.id

Penulis : Pratiwi Ayu Lestarini Mohamad

ESAI — Mahasiswa Universitas Pohuwato
Hal ini mungkin sudah sangat familiar dikalangan mahasiswa. Dan saya sendiri adalah seorang mahasiswa yang sering mendengar kalimat tersebut. Hampir semua mahasiswa melakukannya. Kuliah sambil kerja dan kerja sambil kuliah? Bukannya itu adalah dua hal yang sama?

Sejauh ini, mungkin ada diantara kita yang masih awam dengan hal ini. Tapi jika ditelusuri lebih jauh, kita akan menyadari betapa berbedanya kedua hal tersebut.

Sebelum membahas perbedaan kedua hal tersebut, ada baiknya kita mengetahui berapa rata-rata usia yang seharusnya menjadi tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Menurut UU No. 13 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 Ayat 2, Tenaga Kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Menurut Undang-undang Tenaga Kerja, mereka yang dikelompokkan sebagai tenaga kerja yaitu mereka yang berusia antara 15 Tahun – 64 Tahun.

Sedangkan mereka yang bukan tenaga kerja adalah yang berusia dibawah 15 Tahun dan yang berusia diatas 60 Tahun. Jadi, orang yang memilih kuliah sambil kerja dan kerja sambil kuliah, masih termasuk dalam tenaga kerja berdasarkan umur yang sudah ditentukan.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman dari sebagian besar teman, keluarga, dan mungkin pada diri saya sendiri, saya bisa menyimpulkan beberapa perbedaan dari kedua hal tersebut.

Perbedaan pertama : berdasarkan hal dasar. Apa itu kuliah? Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kuliah adalah kegiatan belajar mengajar di jenjang pendidikan tinggi. Apa itu kerja? Kerja adalah suatu kegiatan dalam melakukan sesuatu. Jadi apa perbedaannya? Dari sini, saya bisa menarik kesimpulan. Secara spesifik perbedaannya terletak pada jenis kegiatannya. Kuliah lebih terfokus pada kegiatan belajar mengajar.

Sedangkan kerja kegiatannya lebih luas. Jadi jika mahasiswa memilih kuliah sambil bekerja berarti fokusnya ada pada perkuliahan. Sedangkan jika seorang mahasiswa memilih bekerja sambil kuliah fokusnya ada pada pekerjaannya.
Perbedaan kedua : terletak pada kebutuhan. Disini saya menulis bahwa perbedaan ini yang paling menjadi patokan dasar bagaimana mahasiswa memilih. Ini fakta. Kasus pertama, ada beberapa mahasiswa yang memilih kuliah sambil kerja.

Alasannya simpel, agar bisa membantu meringankan pembayaran selama masa perkuliahan. Agar tidak terlalu membebankan orang tua. Intinya yang menyebabkan orang yang kuliah sambil bekerja adalah  karena keterbatasan biaya. Keterbatasan biaya masih menjadi kendala utama juga bagi lulusan SMA/SMK sederajat saat ingin meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dengan kondisi tersebut, berdasarkan survei yang dirilis HarukaEDU, dari 79% pekerja yang sedang kuliah, sebanyak 66% diantaranya terancam gagal menjadi sarjana.

CEO Haruka EDU Novistiar Rustandi menyatakan, mahalnya biaya perkuliahan bagi lulusan SMA/SMK juga tercermin dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik. Yakni, hanya 8,15% dari total penduduk usia 15-25 tahun yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

Kasus kedua, beberapa mahasiswa memilih kerja sambil kuliah. Alasannya sedikit pelik, antara lain agar kedepannya tidak akan dikesampingkan dalam dunia kerja. Beberapa diantara mereka juga hanya sekedar mengincar ijazah. Nah, dari hal tersebut sudah bisa dilihat apa perbedaannya kan?

alterntif text

Perbedaan ketiga : terletak pada efeknya. Ini merupakan perbedaan yang hampir sama dan sering membingungkan pemikiran para mahasiswa. Tapi jika kita kembali pada perbedaan pertama, kita tidak akan bingung lagi. Yang paling membedakan dari kedua hal tersebut adalah pengaruh pada pengetahuannya. Memang, orang yang bekerja sambil kuliah lebih unggul dalam hal pengalaman.

Tetapi, sebagian besar mereka tidak bisa menyetarakan antara pengalaman dan pengetahuan yang hanya minim dimilikinya. Hal ini berlaku pada mereka yang lebih mementingkan pekerjaannya. Sebaliknya, orang yang kuliah sambil bekerja, dia bisa mengetahui, mempelari lebih jauh, dan menggunakan pengetahuan yang didapatnya dari bangku kuliah untuk diterapkan dalam pekerjaannya. Hal ini tentu akan lebih meningkatkan keterampilannya.

Berdasarkan riset, mereka yang kuliah sambil bekerja termasuk dalam tenaga kerja terdidik. Mengapa demikian? Karena tenaga kerja terdidik merupakan tenaga kerja yang memiliki suatu keahlian atau kemahiran dalam bidang tertentu dengan cara sekolah atau pendidikan formal dan nonformal. Jadi, mereka bisa menggunakan pengetahuan yang mereka dapat dari bangku kuliah untuk diterapkan pada pekerjaannya.

Sedangkan mereka yang memilih kerja sambil kuliah, mereka termasuk dalam tenaga kerja terlatih. Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu dengan melalui pengalaman kerja. Tenaga kerja terampil ini membutuhkan latihan secara berulang-ulang sehingga mampu menguasai pekerjaan tersebut.

Dari beberapa pendapat, riset dan fakta yang ada, sudah sangat jelas keduanya merupakan dua hal yang sangat berbeda. Meskipun berbeda, kedua hal tersebut mampu meningkatkan jumlah angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2020 sebanyak 137,91 juta orang. Naik 1,73 juta orang dibanding Februari 2019. Berbeda dengan naiknya jumlah angkatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) turun sebesar 0,15 persen poin.

Sebanyak 74,04 juta orang (56,50 persen) bekerja pada kegiatan informal Dalam setahun terakhir. Hal ini tentu lebih baik daripada mereka yang memilih untuk menjadi pengangguran.

Jadi apa solusinya? Mahasiswa yang terkendala biaya perkuliahan bisa mencoba alternatif kuliah sambil bekerja. Masalahnya hanya ada pada management waktunya. Jika kita bisa me-manage waktu dengan baik, tentu itu akan ringan untuk dilakukan. Mencoba bekerja atau magang saat kuliah merupakan batu loncatan yang akan memudahkan kita masuk ke pekerjaan vavorit nantinya yang sesuai keinginan. Namun dalam hal ini mencari pekerjaan juga merupakan hal yang gampang gampang susah. Karena banyaknya persaingan dalam dunia kerja,Mahasiswa harus pintar memilih pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya.

Beberapa pekerjaan yang bisa dilakoni seorang mahasiswa antara lain copywriter (yang membutuhkan keterampilan menulis), translator (membutuhkan keterampilan berbahasa inggris), reporter (yang menyukai bidang jurnalis), interpreter ( memiliki kemampuan bahasa lebih dari satu bahasa), website developer (menguasai IT), dll.

Dan pekerja yang memilih bekerja sambil kuliah, sebaiknya tidak hanya terfokus pada ijazah semata. Pengetahuan harus tetap diperhitungkan. Nantinya ini akan menjadikan pekerjaan yang mereka tekuni sebelumnya lebih meningkat.
Demikianlah perihal ini saya buat untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi semua mahasiswa baik yang memilih kuliah sambil bekerja maupun yang memilih bekerja sambil kuliah. Apapun pilihannya, jangan sampai membuat kita melupakan hakekat belajar yang sebenarnya. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. (*)

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler