Connect with us
alterntif text

Kolom

Opini ; Dewa Kipas / All England dan Rasa Nasionalisme

Published

on

Foto: tempo.co dan suara.com
alterntif text

Penulis : William Aditya Sarana

OPINI — Baru-baru ini terjadi dua kasus yang mendapatkan sorotan masyarakat.
Kasus diskriminasi Timnas Bulutangkis Indonesia oleh panitia All England dan kontroversi Dewa Kipas vs. Gotham Chess.

Ditunjukkan dengan masif nya protes masyarakat Indonesia di media sosial terhadap BWF dan Gotham Chess.

Benang merah dari dua kasus tersebut adalah bangkitnya rasa nasionalisme masyarakat Indonesia.

Perdebatan pun terjadi, nasionalisme yang terjadi merupakan nasionalisme positif atau negatif?

Nasionalisme jelas dibutuhkan oleh negara majemuk seperti Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya.

Butuh satu prinsip dan sejarah nasional yang sama agar masyarakat yang majemuk bersatu dalam suatu imagined community.

Orang Kalimantan yang belum pernah bertemu dengan orang Jawa bisa memiliki rasa persaudaraan satu sama lain karena di imajinasi mereka ada konsep Indonesia sebagai negara kesatuan yang berlandaskan UUD 1945 sebagai kontrak sosial.

Ditambah lagi jika ada musuh bersama yang menyatukan. Dalam kasus ini, “musuh bersama” yang menyatukan netizen Indonesia adalah panitia All England dan Gotham Chess.

Namun, nasionalisme harus tetap diiringi oleh rasionalitas. Nasionalisme bisa berubah menjadi Chauvinism yang berlandaskan pada fanatisme dan rasa superioritas berlebih terhadap suatu kelompok tanpa diiringi oleh otak yang dingin.

Kita menyaksikan bagaimana sebagian dari netizen Indonesia mengeluarkan kata-kata kasar dan makian yang tidak perlu di media sosial. Saya paham mereka cinta Indonesia, namun ditunjukan dengan cara yang tidak tepat.

Rasionalitas harus berjalan berdampingan dengan rasa cinta kita dengan Indonesia.(*)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler