Connect with us
alterntif text

Kolom

Esai ; Tanggungjawab dan Peranan Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak Anak 

Published

on

Penulis : Izzah Aimin M

ESAI — Melihat situasi dan kondisi sekarang, orang tua selaku orang yang bertanggungjawab dalam keluarga sangat memegang peranan penting dalam masalah pembinaan anak agar mereka tidak terbawa arus ( pengaruh lingkungan) . Salah satu firman Allah dalam Q. S. Al- Nahl / 16 : 78 :

وَاللّٰهُ اَخۡرَجَكُمۡ مِّنۡۢ بُطُوۡنِ اُمَّهٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ شَيۡـــًٔا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمۡعَ وَالۡاَبۡصٰرَ وَالۡاَفۡـِٕدَةَ‌ ۙ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُوۡ

Artinya : ” Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut Ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur ”

Begitu juga dalam Q.S. Al – Anfal/ 8 :28

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

Artinya : ” Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak – anakmu itu hanya merupakan cobaan Dan sesungguhnya Di sisi Allah ada pahala yang besar ”

Ini merupakan dua hal yang sangat berat, sebagai orang tua dituntut untuk mencukupi keluarganya. Mencari harta adalah hal yang paling lumrah bagi orang tua, karena dengan jalan inilah agar anaknya dapat menimba ilmu serta tidak ketinggalan dalam segala bidang. Orang tua perlu menyadari bahwa anak dan harta merupakan amanat dari Allah SWT. Anak yang berbudi pekerti dan sukses dalam segala hal sebagai pahala Amal shaleh.

Perlu diketahui, jangan dikira hal itu sebagai imbalan dari Allah sehingga mendapat anak – anak yang baik, biasanya itu merupakan ujian dari Allah. Sejauh mana ingatan orang tua KepadaNya
Dari penjelasan ayat di atas, Allah mengeluarkan seorang dari perut ibunya dalam keadaan tidak mengetahui apa – apa. Sebagai orang tua yang bijaksana, pada saat anaknya dilahirkan akan mengambil langkah untuk mengazani di telinga anaknya. Dari sinilah orang tua betul – betul memberikan perhatian kepada anaknya, selanjutnya Allah memberikan pendengaran, penglihatan, dan hati agar senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan. Oleh karena salah satu fungsi dari pendengaran yang diberikan adalah menerima suatu nasehat dari orang tua untuk didengarkan dan dilaksanakan, penglihatan juga demikian dipergunakan sebagaimana lazimnya penglihatan (indra mata). Allah SWT memberikan hati kepada orang untuk digunakan meramu/ menfilter apa yang diserap oleh pikiran, ini semuanya perlu disyukuri sebagai makhluk yang paling sempurna di dunia ini. 

Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak, di lingkungan keluarga pertama – tama anak mendapat pengaruh sadar. Karena itu keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, yang bersifat informal dan kodrati. Lahirnya keluarga sebagai lembaga pendidikan semenjak manusia itu ada, Ayah dan ibu dalam keluarga sebagai pendidik dan anak sebagai terdidik. Keluarga sebagai lembaga pendidikan tidak mempunyai program yang resmi seperti yang dimiliki oleh lembaga pendidikan formal lainnya.

Oleh karena itu sebagai orang tua berikanlah pembinaan akhlak kepada anak, agar nantinya dia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Pada kebanyakan keluarga Ibulah yang memegang peranan penting dalam pembinaan akhlak anak, sejak anak dilahirkan, Ibulah yang selalu disampingnya, ibulah yang memberikan makanan dan minuman dan selalu memberikan kasih sayang. Pengatur kehidupan dalam rumah tangga, itulah sebabnya kebanyakan anak yang dekat dan cinta kepada Ibunya dibanding anggota keluarga lainnya.

Kemudian daripada itu, Ayah adalah partner Ibu dalam memberikan pembinaan kepada anaknya, dibeberapa keluarga masih dapat kita lihat kesalahan – kesalahan pembinaan atau pendidikan yang di akibatkan oleh sang Ayah karena sibuknya bekerja mencari nafkah, sehingga jarang bergaul dan kurang perhatian terhadap anak – anaknya. Terkadang anak takut mendekati Ayahnya dan peranan ayah dalam pembinaan kepada anak – anaknya adalah sumber kekuasaan di dalam keluarga dan pemberi perasaan aman bagi seluruh anggota keluarga, serta pelindung dari ancaman dari luar dan hakim atau yang mengadili jika terjadi perselisihan.

Untuk menjelaskan lebih lanjut tentang seberapa besar pentingnya orang tua ( keluarga) atas pembinaan akhlak anak. Ekonomi keluarga ada hubungannya dengan kecerdasaan anak, sehingga pada umumnya anak-anak yang pandai berasal dari keluarga yang makmur. Terkadang orang tua yang mempunyai banyak harta kekayaan dan memiliki jabatan , tidak lagi memperhatikan pembinaan anak, ada yang menyerahkan kepada keluarga dekat bahkan pembantunya untuk mengatasi masalah pembinaan atau pengambilan guru – guru privat untuk diberikan pembinaan akhlak dan ada juga yang menyerahkan sepenuhnya ke lingkungan sekolah, sehingga kadang – kadang sianak merasa lebih dekat dengan orang lain karena mereka merasa mendapatkan perhatian khusus dibandingkan orang tuanya sendiri.

alterntif text

Pembinaan akhlak anak lebih penting dari pada pembinaan lainnya, hal ini juga termasuk dalam kehidupan agama dari orang tua sianak .maka dari itu dalam kehidupan beragama atau memberikan pembinaan akhlak dalam keluarga, orang tualah yang paling penting dalam peranannya membina akhlak anak, guru kadang dekat dengan anak didiknya tetapi itu terbatas cuma di sekolah saja.

Ketika orang tua kita selalu dekat dengan anak, jadi anak merasakan betul kasih sayang yang diberikan oleh orang tua terutama Ibu. Sehingga anak mudah menerima dan menuruti apa – apa yang dikatakan oleh orang tuanya dan memberikan pembinaan akhlak oleh orang tuanya sendiri pula.

Selain orang tua, peranan guru juga sangat membantu dalam pembinaan akhlak seorang anak karena dalam memberikan pembinaan guru sangat memperhatikan yang namanya pendidikan apalagi pendidikan akhlak kepada anak, guru juga sangat memperhatikan masalah pembinaan – pembinaan yang ada di sekolah, sehingga anak didiknya itu tidak melanggar. Di sebabkan perhatian seorang guru, sehingga taat dan patuh kepada guru mereka.

Menurut A. Sigit :
” Bahwa yang penting bagi pendidikan agama adalah soal etika sosial, guru harus menyelidiki rasa susila anak untuk dikembangkan, karena dengan tidak mengembangkan rasa susila anak pendidikan agama tak akan berhasil ,adalah manifestasi dari ketajaman penglihatan seorang ahli didik yang perlu diperhatikan. Jadi akhlak adalah penting sekali, karena ia menjadi pola dasar tingkah laku manusia dalam hidup bermsyarakat, kecuali itu juga menjadi amanat syariat agama kita yang harus dijunjung tinggi. ”
Dari pendapat A. Sigit dapat diambil kesimpulan bahwa pendidik haruslah betul – betul memperhatikan apa yang dinamakan rasa susila kepada anak, jika hal ini tidak perhatikan oleh seorang pendidik maka anak akan bimbang dalam bertindak. Akhlaklah yang menjadi pola dasar dalam bermasyarakat agar mampu bersosialisasi , memiliki kemampuan pribadi dan terutama mampu berakhlak mulia.
Akhlak yang mulia seorang anak dalam lingkup masyarakat juga merupakan penentu terhadap suatu citra daerah. Seandainya di suatu daerah atau provinsi dan negara penduduknya memiliki akhlak yang mulia, maka negara itu akan menjadi negara yang makmur dan kuat dalam artian kuat memiliki rasa persatuan dan kesatuan, olehnya itu orang tua dituntut untuk membina akhlak anak mereka, agar nantinya menjadi anak sholeh yang berguna bagi agama, bangsa dan negara.

Tepat apa yang dikatakan oleh penyair besar Ahmad Syauqi Bey :
” Kekalnya suatu bangsa ialah selama akhlaknya kekal, jika akhlaknya sudah lenyap, musnah pulalah bangsa itu ”
Apa yang dikatakan seorang penyair itu bisa menjadi perbandingan dalam pembinaan akhlak anak. Kalau orang tua memiliki akhlak yang baik maka anak akan mengikuti akhlak orang tuanya begitupun sebaliknya orang tua yang memiliki akhlak yang buruk terkadang anaknya mewarisi sifat orang tuanya. Jadi orang tua yang dijadikan pembina dalam keluarga harus betul – betul mengarahkannya dalam kebaikan.

Dilihat secara sepintas, perbuatan (akhlak) seseorang maka sering dijumpai akhlak yang buruk, salah satu penyebabnya karena kurangnya perhatian orang tua dalam membina akhlak sehingga anak berbuat yang tidak diinginkan dalam masyarakat.jika seseorang memiliki akhlak yang mulia berarti ia telah memiliki perbuatan suci yang terbit atau muncul dari lubuk jiwa yang paling dalam karena mempunyai kekuatan yang hebat.

Dalam ihya ulumuddin , Imam Al – Ghazaly berkata :

” Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, daripadanya timbul perbuatan yang mudah, tanpa memerlukan pertimbangan pikiran ”
Jadi akhlak itu betul – betul tertanam dalam jiwa (lubuk hati) paling dalam, sehingga kita betul – betul melakukan perbuatan yang baik karena dianggap menjadi keyakinan dalam diri anak manusia, jadi beda dengan moral saja ia tidak punya akar yang menghujam tertanam dalam jiwa, konsekwensinya mudah goyah dan kemudian hilang.

Setelah anak mencapai umur maksimal, orang tua harus mendidiknya dalam pembinaan. Olehnya itu diharapkan orang tua memberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya , jika anak memiliki bakat jangan dihalangi karena itu menyangkut kreativitas yang dimiliki seorang anak.

Oleh karena itu, keluarga adalah lembaga yang sangat penting dalam proses pembinaan akhlak anak. Meskipun bukan menjadi satu – satunya faktor, keluarga merupakan unsur – unsur yang sangat menentukan dalam pembentukan akhlak dan kemampuan anak. Dalam keluarga yang baik, anak memiliki dasar-dasar pertumbuhan dan perkembangan yang cukup kuat untuk menjadi manusia dewasa.

Walaupun kita ketahui dalam memberikan pembinaan akhlak banyak rintangan yang akan dihadapi, oleh karena itu sebagai pembina dalam rumah tangga diperlukan kesabaran dan keikhlasan dalam membina akhlak anak sehingga mereka mampu mempersiapkan dirinya agar supaya dirinya dapat mengamalkan nilai – nilai ajaran islam dalam kehidupannya.(*)

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler