Connect with us
alterntif text

Sulawesi Barat

BRI Peduli Serahkan Bantuan Sembako Korban Gempa Majene, Nilainya Capai Rp150 Juta

Published

on

BRI Cabang Majene serahkan bantuan korban gempa di Kantor BPBD Majene, Jumat (15/1/2021)

MAJENE — BRI Cabang Majene menyerahkan bantuan pada Pemkab Majene untuk korban gempa bumi.

Bantuan diserahkan oleh Pimpinan Cabang BRI Majene, Akhmad Awaludin pada Pemkab Majene, Jumat kemarin (15/1/2021).

Bantuan tersebut berupa paket makanan berupa mie instan, beras, air mineral, makanan siap saji dan kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK).

Bantuan dengan total senilai Rp150 juta itu diterima oleh Kepala Bappeda Majene Andi Adlina Basharoe dan Kepala BPBD Majene, Ilhamsyah.

Bantuan ini selanjutnya diantar ke posko pengungsian Kecamatan Ulumanda di rumah Camat Ulumanda dan posko SMK Kota Tinggi.

Pimpinan Cabang Majene, Akhmad Awaludin menyampaikan, untuk saat ini hanya bantuan paket makanan yang diserahkan. Pihaknya menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kebutuhan mendesak korban gempa.

Aksi sosial tersebut, lanjut Akhmad, sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang terdampak gempa bumi. BRI pusat pun telah menginstruksikan untuk segera menyalurkan bantuan.

“Tidak tertutup kemungkinan anggaran bantuan ini akan kami tambah, dengan melihat kondisi masyarakat yang terdampak,” jelas Akhmad.

alterntif text

Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban warga di pengungsian maupun yang terkena langsung dampak bencana gempa.

Kepala Bappeda Majene, Andi Adlina menyampaikan terimakasih pada BRI Majene dan BRI pusat. Semoga bantuan tersebut tiba pada sasaran yang tepat, khusii di Kecamatan Malunda dan Ulumanda.

Adlina berharap, makin banyak dermawan yang antusias memberikan bantuan pada korban gempa. Pemkab Majene membuka posko bantuan di Kantor BPBD Majene.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Majene, Ilhamsyah mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Camat Ulamanda dan Malunda untuk diserahkan ke posko masing-masing.

Bantuan yang akan disalurkan, kata Ilhamsyah, akan berdasarkan jumlah pengungsi di masing-masing posko kecamatan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pengungsi di Kecamatan Ulumanda dan Malunda semakin banyak.

“Kami juga sudah mengedukasi warga di pengungsian, berdasarkan info dari BMKG bahwa gempa yang terjadi baru baru ini sangat kecil kemungkinan menimbulkan tsunami,” katanya.

Ilhamsyah menambahkan, saat ini korban jiwa di dua kecamatan tersebut sudah mencapai tujuh orang dan bangunan yang rusak parah, sedang dan ringan sudah mencapai ratusan. (Adv)

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler