Connect with us
alterntif text

Business

Opini; Saatnya Milenial Memulai Investasi

Published

on

gambar: aspek.id

Penulis: Suryo Prasetya Riyadi (Mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN)

Sebuah survei terbaru menyatakan bahwa mayoritas generasi milenial tidak memiliki tabungan sama sekali. Busines Insider bekerja sama dengan Morning Consult melakukan survei terhadap lebih dari 2.000 orang Amerika dan menghasilkan kesimpulan bahwa 55% milenial tidak memiliki rekening tabungan. Survei tersebut juga mungkin menggambarkan kondisi keuangan milenial yang ada di Indonesia.
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi tersebut, mulai dari gaya hidup boros, pengelolaan anggaran yang kurang tepat, dan penghasilan yang dirasa tidak cukup. Faktor-faktor tersebut tentunya dapat kita atasi apabila kita menerapkan disiplin finansial sejak dini, salah satunya dengan cara menyisihkan penghasilan tiap bulan secara rutin untuk berinvestasi.

Saat ini investasi bukan merupakan barang mahal yang memerlukan modal jutaan bahkan miliaran rupiah. Investasi sudah dapat kita lakukan bahkan dengan nominal Rp10 ribu saja. Adapun jenis investasi yang dapat kita lakukan dengan nominal kecil adalah sebagai berikut:
Tabungan Emas
Emas merupakan jenis investasi yang sudah dikenal sejak zaman dulu. Harga emas setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan dan jarang sekali mengalami penurunan sehingga dapat dikatakan bahwa investasi emas merupakan investasi yang minim risiko. Mengingat harga emas yang saat ini cukup tinggi, alternatif investasi yang dapat dilakukan oleh generasi milenial adalah berupa Tabungan Emas. Kita dapat mulai menabung emas sebesar 0,01 gram atau kurang lebih Rp10ribu saja, yang kemudian akan disimpan ke dalam saldo rekening tabungan emas yang kita miliki.

alterntif text

Reksadana
Reksadana merupakan wadah yang diberikan untuk mengumpulkan sejumlah investor untuk berinvestasi pada instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar modal. Reksadana memungkinkan bagi investor yang memiliki dana minimal untuk ikut berpartisipasi memiliki intrumen investasi berharga mahal dengan cara “patungan”, yang tentunya porsi kepemilikan investasi tersebut sesuai dengan modal yang disetorkan. Saat ini telah banyak agen penjual reksadana yang menyediakan produk reksadana dengan penyertaan minimal Rp10ribu saja, sehingga modal yang kecil bukan lagi halangan bagi kita untuk memiliki produk investasi ini.

P2P Lending
P2P Lending merupakan investasi yang masih tergolong baru. P2P lending memanfaatkan platform digital sebagai fasilitator untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan para peminjam yang membutuhkan modal. P2P lending cocok untuk investor milenial yang memiliki modal kecil, hanya dengan bermodalkan Rp50ribu sampai Rp100ribu kita sudah dapat ikut serta menjadi lender atau pemberi pinjaman. Selain hanya memerlukan modal yang kecil, P2P Lending juga menawarkan tingkat pengembalian atau return yang cukup tinggi. Return yang dapat diterima oleh investor mencapai 12% hingga 20% setiap tahun. Namun, kita harus cermat dalam memilih platform P2P lending. Pilih platform P2P lending yang berkualitas dan pastikan bahwa perusahaan P2P lending telah terdaftar dan berizin OJK.

Tentunya dengan modal minimal, hasil investasi yang didapat tidak akan terlalu besar. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita dapat berlatih untuk disiplin mengelola keuangan, sehingga di kemudian hari kita dapat mengatur setiap pendapatan dengan lebih baik. (***)

alterntif text
BAGIKAN:

Terpopuler