Connect with us
alterntif text

Kolom

Esai; Guru, Salahsatu Jalan Pengabdian Menuju Tuhan

Published

on

Nur Syamsi El Zakariyya, S.Ag.,MH

Nur Syamsi El Zakariyya, S.Ag.,MH. (PAI Non-PNS Kab.Enrekang)

Guru adalah pahlawan tanpa jasa, itu nyanyian melambai di masa orba, karena guru hanya bagian terkecil dari pembangunan, arah pembangunan umumnya saat itu untuk sandang pangan, dan militeristik, sedangkan guru kalau boleh di kata hanya profesi murahan. Berbeda dengan jepang ketika kejatuhan bom di Hiroshima dan Nagasaki, maka yang pertama di tanyakan oleh kaisar Hirohito adalah berapa guru yang tersisa. Artinya betapa pentingnya seorang guru dan pendidikan di Jepang, yang membuat Jepang maju pesat melampaui Indonesia.

90

Maka salah satu visi reformasi yg di bidani oleh Amin Rais dengan amandemen UUD 1945 adalah tentang pendidikan (1) segi visi pendidikan nasional berpijak dari nilai akhlaq, iman & taqwa (2) segi anggaran adalah 20% anggaran pendidikan pada APBN hingga ke tingkat daerah. Dengan amandemen tsb lahirlah UU SISDIKNAS dg misi utamanya adalah perhatian pada kesejahteraan guru & dosen, serta tidak adanya lagi pembedaan sekolah yg di kelolah oleh negeri dan swasta dalam hal pelayanan mutu pendidikan. Di samping adanya sertifikasi bagi guru, terdapat pula dana bos untuk kegiatan kependidikan dan peserta didik

Sekaitan dengan guru jika di akumulasikan profesi di dunia ini hanya ada 2 profesi; kalo bukan guru maka ia adalah murid, artinya tatkala kita tidak memgetahui sesuatu maka terkadang kecoplosan anak kecilpun boleh jadi menjadi pembelajaran bagi kita (ibunya), dan secara tidak di sadari sang ibu me jadi murid, dan lain-lain.

Guru pertama bagi setiap manusia ketika lahir adalah orang tuanya di rumah, karena dari perilaku orangtua dan lingkungan keluarga menjadi protype bagi anak, khususnya kaum Ibu, sebuah pepatah mengatakan ” AL UMMU MADRATUN, IDZA A’DATTAHA ‘A’ADDATTA SYA’BAN TOYYIBAL AGHRAAQ” (Artinya; Ibu adalah sekolah pertama, jika mereka di persiapkan dengan baik, maka sama halnya mempersiapkan suatu bangsa yang besar).

Pepatah tersebut di atas sangat filosofis bahwa gen kecerdasan itu menurun dari Ibu, lalu melalui tangan-tangan halus seorang Ibu yang membentuk karakter anak, dan menjadi teladan baginya. Maka seorang Ibu/perempuan haruslah, arif bijaksana, trampil, dan cerdas, dengan kecerdasannya ia akan mewariskan kecerdasan bagi anak generasinya, sebaliknya jika perempuan /Ibu tumbuh dalam kebodohan/keterbelakangan iman dan ilmu praktis hanya akan mewariskan pula kebodohan bagi anak generasinya.

alterntif text

Melihat hal di atas maka Ibu harus menjadi prototype bagi anak-anaknya.lalu bagaimana dengan seoramg Ibu yang buta huruf, atau tidak berpendidikan justru banyak anak dan semua berhasil, di mana peran ibu di sini dalam hal sebagai guru pertama di rumah, yah tentu dengan kasih sayang seorang ibu, memberi motivasi, dan harapan untuk berjuang mencerdaskan anaknya melalui jenjang pendidikan formal sekalipun mungkin ia di susahkan oleh anak nya, demi anak ia rela mengorbankan apa yang dimilikinya untuk mengawal kesuksesan anak-anaknya. Maka di sinilah peran para guru di sekolah, madrasah, atau jenjang pendidikan yang ada untuk membentuk peserta didik menjadi “manusia” ..

Seorang guru harus menjadi orang tua di sekolah, menjadi teladan, dan mampu mentransformasikan ilmu kepada anak didiknya dengan bahasa mereka. Visi pendidikan sebagaimana tersebut di atas setelah amandemen adalah membentuk manusia yang berakhlak mulia dengan iman & taqwa, artinya menjadi guru harus memahami fitrah penciptaannya di muka bumi yaitu “mengabdi”(QS. Adz dzariat;56), mengabdi adalah menghamba di hadapan-Nya yang harus menjadi motivasi utama seorang guru, sehingga menyadari tanggung jawabnya sebagai guru untuk mendidik, mengawal, mengantarkan anak didiknya mengenalkan Tuhan-Nya pada anak didik, karena Ketuhanan adalah fitrah manusia dan seterusnya praktis manusia akan mengarah berjalan menuju Tuhannya yang berbading lurus dengan basis akhlaq (membangun karakter building).

Lanjut setelah mengenalkan Tuhannnya, seorang guru memberikan pembelajaran kepada anak didiknya untuk memahami kaidah-kaidah kehidupan, yang semua berjalan sesuai dengan siklus sunnatullah di muka bumi, sehingga akan muncul kesadaran untuk selalu menjaga jiwa (diri dan kemanusiaanya, serta alam lingkungannya), di sinilah pulalah peran guru untuk memahamkan bahwa manusia itu adalah memiliki aqal yg membedakan dengan hewan. Karena pembedaan itu maka dengan aqal manusia di beri kemampuan untuk berinovasi, berprestasi, berkarya, berilmu pengetahuan untuk memberi kemanfaatan, menebar kerahmatan. Maka dengan aqal budi manusia, kehidupan akan terjaga dari kemudharatan, dan menjaga aqal adalah salah satu dari 5 tujuan syari’at itu sendiri yaitu ; menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga aqal, menjaga harta, dan menjaga keturunan.

Dengan amandemen UUD 1945 mengenai pendidikan dengan visi akhlaq, iman taqwa, tanpa pandang sekolah negeri atau swasta mesti memperkenalkan anak didiknya untuk mengenal Tuhannya/agama agar mereka tidak tercerabut dari akar Ketuhanannnya, dan dengan nilai Ketuhanan praktis akan menjunjung nilai kemanusiaan untuk menjaqa jiwa. Saling menghargai, terutama kepada kedua orang tua, guru, kerabat, manusia pada umumnya, dan lain-lain. Mengabdi, menghargai, menghormati di antara sesama dan menjaga keramahan alam lingkungan juga adalah jalan pengabdian kepada Tuhan, dan semua aspek kehidupan di manapun dan kapanpun jadikan sebagai momentum untuk menuju jalan pengabdian kepada Tuhan Yang Mahal Transenden.

KATA KUNCI: seorang guru harus Member pembelajaran-pembelajaran yang humanis & holistik dengan merujuk kepada nilai-nilai maqasid as syari’ah yang lima tersebut di atas utamanya menjaga agama/akhlaq, dan menjaga aqal, dg menjaga agama dan aqal tersebut akan bermetafour untuk menjaga yang lain; seperti menjaga jiwa, harta, dan keturunan, serta menjaga seluruh sisi kehidupan manusia untuk membangun masyarakat yang berperadaban.

Akhirnya salamat hari guru nasional tahun 2020, dengan niat pengabdian atau penghambaan kepada-Nya, semoga pengabdiannya dalam memajukan pendidikan, dapat bernilai ibadah dan amal jariah, amiin. (*)

alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:

Terpopuler