Connect with us
alterntif text

Regional

Sosper YL, Pengembang Sebut Izin Perumahan di Parepare Berbelit-belit

Published

on

PAREPARE — Izin perumahan di Parepare dikeluhkan pengembang. Pasalnya, dinilai berbelit-belit. Pengembang menunggu berbulan-bulan lamanya.

Hal itu diungkapkan Ketua Forum Pengembang Ajatappareng (FPA) Andi Abraham Umar pada sosialisasi perda (Sosper) penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman oleh Ketua Fraksi Nasdem Yasser Latief.

Abe -sapaanya- menyebutkan, Kota Parepare paling ribet mengurus perizinan perumahan. Ia mengatakan pengembang terkesan dipersulit. Berbeda dengan di daerah lainnya.

“Di Pinrang, saya mengurus izin perumahan selesai dalam kurun waktu 28 hari. Pemerintahnya ramah dengan investor. Berbeda dengan Parepare, izin perumahan terbit paling cepat enam bulan,” kesalnya.

Menanggapi hal itu, Yasser Latief siap menindaklanjuti keluhan pengembang ke dinas terkait. YL -sapaanya- mengatakan Pemkot Parepare harus ramah dengan investor. Hal itu, kata dia, selaras dengan jargon teori telapak kaki.

alterntif text

“Katanya kita mau Parepare ramai dikunjungi. Makanya ada teori telapak kaki. Tapi nyatanya, investor mengaku dipersulit. Justru investor lari dari Parepare kalau perizinan dipersulit,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Bapemperda DPRD itu juga menyinggung soal perda ruang terbuka hijau (RTH) yang dinilai merugikan pengembang. Ia mengungkapkan segera melakukan revisi atas perda tersebut.

“Perda RTH ini tumpang tindih dengan Permen PUPR. Soal besaran RTH di perumahan. Kami sudah konsultasikan di Biro Hukum Pemprov Sulsel. Aturan tidak boleh bertentangan dengan di atasnya. Makanya kami segera merevisi perda tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, persoalan perda RTH ini sudah bergulir di DPRD. Pengembang saat itu menilai perda RTH di Parepare bertentangan dengan Permendagri nomor 1 tentang penataan ruang terbuka hijau kawasan perkotaan (RTHKP).(rdi)

alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:

Terpopuler