Connect with us
alterntif text

Kolom

Opini; Tren Paperless Dalam Belajar

Published

on

gambar: LinovHR

Penulis : Alifvia Aisy

Tempat hidupnya makhluk-makhluk bernyawa, bumi, semakin panas setiap waktunya. Banyaknya pembakaran bahan bakar minyak seperti untuk menjalankan kendaraan-kendaraan yang selalu digunakan manusia untuk berpindah tempat adalah salah satu penyumbang meningkatnya (karbon dioksida) yang dapat menyebabkan efek rumah kaca dan mengakibatkan semakin tingginya temperature rata-rata atmosfer, daratan, dan lautan. Namun, bumi memiliki pohon yang dapat meredam kenaikan gas rumah kaca. Bagaikan spons, pohon menyerap karbon dioksida dengan sangat besar. Pohon Trembesi dan Cassia adalah contoh pohon yang dapat menyerap karbon dioksida mencapai ribuan kilogram per tahun. Sayangnya, manusia terlalu tamak. Pohon-pohon yang dapat mengurangi efek rumah kaca yang disebabkan oleh manusia itu sendiri digunakan dengan tidak terkontrol, salah satunya adalah pembuatan kertas secara masif.

Saat ini kertas di gunakan di seluruh bidang kehidupan, mulai dari Pendidikan, kesehatan, hiburan, sampai pengabdian momen penting seperti penulisan Akta Kelahiran, pembuatan KTP, dan KK. Dalam dunia pendidikan, kertas berperan sangat penting. Bahkan, menurut psikologi pendidikan, anak-anak yang menulis di atas kertas belajar lebih baik daripada yang mengetik karena menurut penelitian yang dimuat di Daily Mail, dengan menulis otak terangsang untuk mengingat huruf demi huruf yang tertulis, bentuk huruf bahkan isi teks itu sendiri, sehingga otak akan bekerja secara maksimal. Dalam kegiatan pembelajaran, kertas berperan sangat penting seperti untuk mencatat hal-hal yang diterangkan oleh dosen atau guru, pun dengan buku cetak yang digunakan sebagai resources dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan, di universitas, kertas sangat dipakai, apalagi saat sedang melaksanakan skripsi.

Terlihat, hanya dalam dunia Pendidikan saja, kertas sudah digunakan sebanyak itu. Padahal, satu batang pohon hanya dapat menghasilkan enam belas rim kertas, sedangkan satu pohon dapat menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh tiga orang. Selain itu, dunia kehilangan sekitar 1.732,5 hektar hutan setiap jamnya untuk dijadikan bahan baku kertas, dan dibutuhkan tiga ton kayu untuk menghasilkan satu ton kertas. Selain kehilangan pohon, untuk memproduksi satu ton kertas dapat menghasilkan sekitar 2,6 ton karbon dioksida, atau setara dengan gas buang mobil, selama periode enam bulan. Dan di Indonesia, dari segi volume, sampah kertas hampir sama besarnya dengan sampah plastik (Anggit Setiani Dayana, 2019).

alterntif text

Melihat fakta sebelumnya, di platform twitter sudah banyak Generasi Z menerapkan dan mengkampanyekan konsep paperless dalam kegiatan belajar. Konsep paperless dalam belajar sangat mudah untuk dibayangkan : mereka (yang menggunakan menerapkan konsep paperless dalam belajar) mengganti penggunaan kertas dengan media lain. Media lain sebagai pengganti kertas bermacam-macam. Mulai dari penggunaan gadget tablet sebagai pengganti untuk menulis di atas kertas. Di era digital 4.0 saat ini, banyak tablet yang dapat menggantikan fungsi kertas untuk menulis. Yang diperlukan, cukup stylus pen sebagai pengganti pena dan tablet itu sendiri. Bagi yang suka menulis berwarna-warni pun tidak perlu lagi membeli pena atau highlighter warna-warni karena di dalam sebuah aplikasi yang terdapat pada tablet tersebut sudah memiliki fitur untuk menulis atau me-highlight dengan berbagai macam pilihan warna.

Selain tablet, laptop atau komputer pun bisa digunakan sebagai pengganti kertas. Seperti untuk menggambar yang pada awalnya selalu menggunakan kertas dapat digantikan dengan menggambar digital menggunakan laptop atau komputer dan untuk menggoreskannya dapat menggunakan pen tablet sebagai pengganti mouse atau mouse pad agar proses menggambar menjadi lebih mudah dan terasa seperti menggunakan pena atau alat menggambar lainnya layaknya menggambar di atas kertas. Saat ini sudah banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk menggambar digital dan tentu saja dilengkapi fitur pensil dengan berbagai ketebalan, bahkan kuas untuk menebalkan outline dan mewarnai pun beragam dan memiliki berbagai macam warna.

Lalu, untuk buku cetak yang digunakan sebagai resources dalam hal pembelajaran pun dapat menggunakan buku elektronik. Dengan menggunakan buku elektronik siswa maupun mahasiswa tidak perlu lagi membawa buku yang banyak dan tebal setiap harinya karena cukup menggunakan laptop atau tablet yang dimiliki, mereka dapat mengaksesnya dan secara tidak langsung dapat mengurangi penggunaan kertas. Dan yang terakhir, untuk skripsi, sebelum skripsi tersebut disetujui atau dalam masa bimbingan, mahasiswa dapat menggunakan format pdf atau word agar dosen pembimbing dapat dengan mudah mencoret skripsi tersebut jika terdapat kesalahan atau perbaikan sehingga dapat langsung direvisi dan tidak perlu untuk dicetak berulang-ulang kali.

Dengan mengurangi penggunaan kertas dalam kegiatan pembelajaran yang berdampak kepada berkurangnya konsumsi pohon, secara tidak langsung kegiatan tersebut adalah salah satu upaya dalam membela negara. Dalam hal ini upaya bela negara dilakukan dalam rangka menjaga lingkungan hidup. Karena sesungguhnya membela negara merupakan hak dan kewajiban yang dimiliki oleh semua warga negara tanpa terkecuali sebagai wujud cinta kepada tanah air.

Maka dari itu, penerapan konsep paperless tepat dilakukan dalam rangka mengurangi konsumsi pohon dan sebagai bentuk peduli lingkungan. (*)

alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler