Connect with us
alterntif text

Regional

Mahasiswa Parepare Kecewa, Walikota Cepat Tutup Diskusi soal UU Omnibuslaw

Published

on

PAREPARE — Audiens Walikota dan Mahasiswa Parepare soal undang-undang Omnibus Law berlangsung alot. Mahasiswa mengaku kecewa. Masih ingin bicara tapi Walikota sudah menutup sesi diskusi.

Tampak mahasiswa masih mengacungkan tangan ingin bicara, namun tak digubris. Sesi diskusi ditutup. Mikrofon tak lagi dipegang mahasiswa. Mahasiswa menilai diskusi cepat ditutup.

“Kekecewaan kami karena masih banyak hal-hal yang ingin kami sampaikan tapi (Audiens) sudah ditutup. Karena persoalan ingin memenuhi kegiatan-kegiatan yang lain,” sesal salah seorang mahasiswa Candra, Jumat (23/10).

Selain itu, mereka juga kecewa karena Walikota Parepare Taufan Pawe belum membaca draft UU tersebut. Terlebih, Walikota juga tak mampu mengambil sikap soal UU Omnibus Law.

alterntif text

“Semestinya pemerintah daerah sudah punya sikap tersendiri. Menolak atau menerima UU tersebut,” ujarnya.

Soal desakan menolak UU Omnibus Law, Taufan tak berani mengambil sikap. Wakil Ketua Apeksi itu mengaku belum mengkaji secara utuh undang-undang tersebut.

“Saya tidak boleh mengatakan menolak (UU Omnibus Law) atau bagaimana. Tapi saya sejalan dengan pikiran yang mau melihat masalah ini baik,” ujar Taufan usai Audiensi di Kantor Walikota, Jumat (23/10/2020).

Audiens yang dipandu Sekda Parepare Iwan Asaad dijaga ketat. Personel kepolisian siaga di halaman kantor Walikota. Mahasiswa yang masuk dibatasi. Ada delapan orang perwakilan. (rdi)

alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:

Terpopuler