Connect with us
alterntif text

Regional

Kebakaran Misterius di Masjid Syuhada 45 Totolisi, Lemari dan Alat Salat Hangus

Published

on

Lemari dan alat salat terbakar di dalam Masjid Syuhada 45 Totolisi Sendana, Kecamatan Sendana, Majene, Sulbar, Jumat (3/7/2020).
alterntif text

MAJENE — Warga Desa Totolisi Sendana, Kecamatan Sendana, Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) digegerkan kebakaran misterius di dalam masjid.

Kebakaran itu terjadi di Masjid Syuhada 45 Dusun Totolisi Selatan, depan makam pahlawan korban 40.000 jiwa. Warga setempat Amiruddin menjelaskan, peristiwa itu terjadi Kamis malam, (2/7/2020) pukul 24.00 WITA.

“Ada orang lewat sekitar jam 12 (malam,red), kasi tau katanya Masjid bapak ada api di dalam,” jelas Amiruddin saat ditemui di Masjid Syuhada 45 Totolisi.

Mendengar informasi tersebut, lanjut Amir, warga pun berdatangan. Didapati api berkobar di lemari kayu berukuran kecil, tempat penyimpanan alat salat. Lemari itu terletak di dekat tembok sisi kanan masjid.

Mereka lalu berupaya memadamkan api menggunakan air yang diangkut dari tempat wudhu masjid. Warga juga menggunakan selang untuk mempercepat pemadaman api.

Tak lama berselang api berhasil dijinakkan. Namun kebakaran ini menghanguskan sebagian sisi lemari. Termasuk alat salat seperti mukenah, sajadah dan sarung.

Informasi kebakaran ini tak hanya menggegerkan warga Totolisi Sendana. Tapi juga menghebohkan dunia maya lantaran postingan warga setempat yang menyebut insiden tersebut merupakan pembakaran Alquran.

alterntif text

Tim Identifikasi Polres Majene melakukan olah TKP di Masjid Syuhada 45, Jumat (3/7/2020).

Esoknya, Jumat siang (3/7/2020), Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji bersama Kasatreskrim AKP Jamaluddin dan tim identifikasi mendatangi lokasi kejadian.

Polisi lalu memeriksa lemari yang terbakar di dalam Masjid Syuhada 45 Totolisi. Mereka juga memeriksa kawasan sekitar masjid.

Kapolres Majene Irawan Banuaji mengatakan, pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun belum dapat disimpulkan penyebab kebakaran.

“Dari olah TKP yang kami laksanakan, kami belum menemukan adanya unsur kesengajaan dan lemari itu hanya berisi alat salat, sajadah, sarung sama mukenah. Tidak ada Alquran, tidak ada sama sekali,” terangnya.

Hingga kini Polisi masih menyelidiki lebih lanjut. Ia mengimbau masyarakat dan pengguna media sosial tidak menyebarkan informasi yang tidak benar terkait kejadian tersebut. (*)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
alterntif text
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler