Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Kasus Asusila di Parepare Dinilai Janggal, Polisi dan Jaksa Merespons

Published

on

alterntif text

PAREPARE — Pihak kepolisian dan kejaksaan negeri Parepare merespons sorotan publik soal kasus persetubuhan anak yang dinilai janggal. Polisi dan Jaksa mengklaim proses hukum kasus tersebut sesuai prosedur.

Kanit PPA Polres Parepare Aipda Dewi Natalia Noya menjelaskan proses kasus tersebut. Ia membeberkan kasus pertama masih dalam proses lidik. Sedangkan untuk kasus kedua sesuai hasil penyidikan ditetapkan enam tersangka.

“Dua yang masih dalam pecarian atau DPO. Sementara empat pelaku yakni dua dewasa dan dua pelaku anak. Pelaku anak prosesnya sudah kami limpahkan ke kejaksaan dan proses sidangnya sudah berjalan. Kalau pelaku dewasa segera kami kirim berkasnya,” ungkap dia.

alterntif text

Dewi mengatakan penanganan kasus tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Setelah ada pelaporan dilakukan penyelidikan, selanjutnya proses sidik dan penangkapan pada bulan itu juga.

Ia juga membeberkan tersangka dikenakan pasal 81 ayat 1 dan 2 tentang persetubuhan anak di bawah umur.

Kajari Parepare Amir Syarifuddin menampik adanya kejanggalan penanganan kasus tersebut. Ia mengklaim proses sudah berjalan sesuai prosedur.

Amir mengungkapkan pihaknya belum menerima kasus pertama karena menunggu kelengkapan berkas perkaranya. Pihaknya menerima berkas perkara laporan kedua yaitu ada tersangka dua anak dan dua dewasa.

“Tidak mungkin ada kejanggalan. Pasti ada saksi. Minimal ada saksi korbannya, saksi visum dan mungkin ada saksi-saksi lainnya. Tuntunan ke terdakwa anak ada tiga, dikembalikan ke orangtuanya, disekolahkan di departemen sosial, dan dipenjara,” terang dia. (rdi)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
alterntif text
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler