Connect with us
alterntif text

Regional

Covid-19 Belum Stabil, Ponpes Khatamun Nabiiyyin Terapkan Metode Belajar SDL

Published

on

JAKARTA — Aktivitas belajar mengajar santri dan mahasantri Pondok Pesantren (Ponpes) Khatamun Nabiyyin menerapkan Self-directed Learning (SDL). Hal itu menyusul kondisi Covid-19 di Jakarta belum stabil. Masa PSBB diperpanjang.

Pimpinan Ponpes Akbar Saleh menjelaskan SDL itu merupakan metode pembelajaran yang peserta didiknya berposisi sebagai subyek dan pengetahuan menjadi obyek.

“Metode ini memfokuskan dari model pengajaran dari guru. Beralih kepada kemandirian peserta didik dalam menelaah pelajaran secara mandiri,” jelasnya, Senin (8/6/2020).

Selain itu, ia menuturkan penerapan metode ini diambil dengan pertimbangan peserta didik telah mengenali ilmu-ilmu alat (bahasa arab). Terlebih digunakannya dalam mengkaji teks-teks berbahasa Arab yang menjadi acuan materi pembelajaran.

Tak hanya itu, peserta didik juga sudah memahami tujuan pembelajaran yang ada di pesantren dengan baik. Sehingga hal ini menjadi kesempatan besar bagi peserta didik untuk kreatif dalam belajar.

“Adapun peran guru-guru dalam pembelajaran dengan metode Self-Directed Learning (SDL) ini adalah sebagai pengawas dan pembimbing. Tugasnya memantau kemajuan peserta didik dalam belajar,” tandasnya.

Sebelumnya, pihak Ponpes telah menerbitkan surat maklumat Khatamun Nabiyyin nomor 317/P.KN.03/PSb/III/2020 tentang pelaksanaan belajar mengajar setelah libur pasca Idulfitri. Namun kembali direvisi. Sebab kondisi Covid-19 di Jakarta belum stabil. (*)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler