Connect with us
alterntif text

Regional

Pedagang Asongan di Pelabuhan Parepare Terpaksa Jual Perabot Rumah untuk Makan

Published

on

PAREPARE — Nyaris tiga bulan lamanya, pedagang asongan di Pelabuhan Nusantara Parepare tak berjualan. Mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Terpaksa harus utang hingga menjual perabot rumahnya agar bisa makan.

Bukan hanya dilarang menjual, sebagian besar dari mereka juga tak pernah tersentuh bantuan dari Pemkot. Padahal, mereka betul-betul merasakan dampak dari pembatasan aktivitas selama pandemi Covid-19.

“Selama pelabuhan ditutup, kami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terpaksa harus utang dan jual perabotan rumah. Betul-betul sudah habis perabot rumah kami jual,” ujar Mawar, Koordinator Pedagang Pelabuhan.

alterntif text

Ia membeberkan dari 350 pedagang di pelabuhan, hanya 93 yang terima bantuan beras dari dinsos. Bahkan, kata dia, ada pedagang yang terdaftar sebagai penerima BST, tapi nyatanya tidak dapat.

“Ada tiga pedagang yang terdaftar penerima BST. Tapi saat penerimaan, mereka malah tidak kebagian. Tentu mereka sangat kecewa. Semoga Anggota DPRD bisa membantu kami,” ucap dia dengan wajah memelas.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Tim pengawas penanganan Covid-19 DPRD Yasser Latief meminta para pedagang agar segera memasukkan datanya. Agar segera disinkronkan dengan data kelurahan dan dinsos.

“Yang betul-betul tidak dapat bantuan akan kita fasilitasi secepatnya. Kita mendesak Pemkot agar menyalurkan bantuan ke pedagang asongan yang betul-betul terdampak pandemi Covid-19,” tutur Yasser. (adv)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler