Connect with us
alterntif text

Regional

Orang Meninggal Hingga PNS Terdaftar Penerima BST di Parepare, Salah Sasaran?

Published

on

PAREPARE — Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Parepare terus menuai polemik. Warga protes karena ada yang dianggap mampu lantas menerima bantuan itu.

Parahnya, ada orang yang sudah meninggal dunia, PNS, hingga RT yang juga istri pensiunan polisi ikut terdaftar sebagai penerima BST. Sementara, masih ada warga yang layak menerima tapi tidak terdaftar.

Salah seorang warga di Jalan Minrulangnge Sri mengaku kecewa karena ketua RT-nya yang dianggap mampu juga ikut terima BST. Ia heran penerima bantuan selalu orang dekat dari RT setempat.

“Itu ji teman dekatnya RT yang dapat. Banyak warga kurang mampu hilangnya namanya dari daftar. Padahal sebelumnya namanya terdata. Ada itu ibu Sitti hanya peternak kambing tidak dapat,” sesalnya kepada tegas.id.

Tak hanya itu, adanya PNS yang terdaftar sebagai penerima BST dibenarkan Lurah Lumpue Siswandi. Hanya saja, PNS itu justru memilih tidak menerima bantuan tersebut.

“Iye betul ada PNS yang terima. Dia itu guru. Ia terdaftar di alamat lamanya sebelum menjadi PNS. Setelah kita beri pemahaman, dia mengembalikan bantuan itu,” ujar dia.

Saat dikonfirmasi, Kadis Sosial Hasan Ginca mengatakan, adanya warga yang dianggap mampu lantas menerima bantuan akan dievaluasi saat pemutakhiran data dari Kemensos.

“Bukan jabatan RT-nya yang menjadi ukuran tetapi ekonominya. Tim bisa menilainya saat penyaluran. Kita tidak boleh mendengar sepihak. Bukti lapangan yang jadi patokan,” ujar dia.

Sementara soal PNS yang terdaftar sebagai penerima BST, Hasan berdalih semua data penerima dari Kemensos. Adanya tiga kategori penyaluran yakni dari BNI, BRI, dan PT Pos membuat pihaknya sulit mengakomodir penerima.

“Kalau dia terima dari BRI dan BNI agak sulit kami deteksi. Karena dana langsung ke nomor rekening yang bersangkutan. Tapi via Pos insyaallah akan terdeteksi. Karena operator kami yang verifikasi,” dalihnya.

Diketahui, BST diterima oleh 2698 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan itu disalurkan melalui tiga jalur yakni BRI, BNI, dan PT Pos. Setiap KPM perbulannya menerima Rp600 ribu. (rdi)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:

Terpopuler