Connect with us
alterntif text

Kolom

Esai; Saya Bangga dengan Republik Islam Iran

Published

on

Sayid Ali Khamenei (foto: DW.com )
alterntif text

Penulis; Kholid Al Walid

Republik Islam Iran telah menunjukkan bukti keberanian, ketangguhan, kecerdasan, keyakinan dan keteguhannya. Mata dan telinga dunia saat ini tertuju ke Iran setelah Amerika dg pengecut merudal Jenderal Qasem Sulaimani yang justru memicu gelombang lautan cinta menyambut jenazah sang Jenderal yang sangat fenomenal. Semua media pro maupun kontra terpaksa memberitakan peristiwa fenomenal ini.

Bayangkan jutaan manusia berebut menyentuh peti jenazahnya, jutaan kesedihan dan tangisan di seluruh dunia mengantarkannya. Melewati sekat bangsa maupun Agama. Pernahkah kita dapati ada seorang jenderal militer yang diperlakukan seperti ini dalam sejarah ? Saya yakin tidak.

Pemimpin Agung Iran Sayid Ali Khamnei memimpin sholat jenazah dengan penuh kesedihan. Sosok yg begitu tangguh dan penuh kharisma itu tak mampu menahan isak tangisnya. Dalam doanya disertai isak tangis jutaan para peduka ia mengulangi hingga 3 kali “Ya Allah tidak aku ketahui darinya kecuali kebaikan”.

Pemimpin mulia itu setelah mengikrarkan janji untuk memberikan balasan bagi serangan biadab Amerika itu hanya mengucapkan kata “Bismillahirrohmannirohim”. Muslim mana yang tak tahu kata2 ini? Tapi ketika itu diucapkan oleh orang sekaliber Sayid Ali Khamnei tentu sangat menggetarkan. Setiap muslim sadar betul bahwa ucapan itu memiliki makna bahwa ketetapan hati untuk melakukan tindakan.

Dan tepat ketika jarum jam yang sama menunjukkan saat Syahidnya Jenderal Qasem Sulaimani, rudal Zulfiqar Iran melesat tanpa mampu dihalangi satupun dengan presisi yg begitu akurat meluluh lantakkan pangkalan militer Amerika yg paling besar dan kokoh di Timur Tengah. Video serangan rudal, ketakutan tentara Amerika viral dalam sekejap.

Hizbullaah, Hasad Sya’bi, Zaynabiyun menyatakan kesiapan penuh untuk berperang bersama Iran.

Dunia terdiam, sebagian terhenyak, para pemimpin dunia merasa was-was. Baru pertama kali dalam sejarah pasca Perang Dunia II ada negara yang berani membalas dengan tembakan rudal bukan sekedar peluru ke pusat jantung pertahanan Amerika di Timur Tengah.

Korut yang selama ini dianggap paling nekat pun tak pernah berani melakukan apa yang dilakukan saat ini.

Dunia dalam beberapa saat menjadi tegang menantikan pernyataan resmi dari Donald Trump. Lonceng Perang Dunia III telah ditabuh. Jika dulu pada Perang Dunia II keadaan dunia hancur lebur apalah jadinya jika benar terjadi Perang Dunia III. Membayangkannya pun sudah menakutkan.

Tapi apa yang terjadi ? Donald Trump yg selama ini selalu melecehkan dan mengancam Iran, tiba-tiba seperti ayam sayur, tidak mengakui prajuritnya yg menjadi korban dan dengan nafas tersengal-sengal menawarkan perundingan dengan Iran bahkan kerjasama memerangi ISIS..Alamaaak.

Iran dengan siaga penuh telah menyiapkan diri untuk keadaan yang paling buruk sekalipun. Rudal-rudal Iran telah di arahkan ke Haifa-Israel. Jika Amerika menyerang balik Iran maka Iran memiliki legitimasi untuk menyerang balas dengan balasan yang tak pernah terbayangkan oleh siapapun.

Dengan teriakan Takbir di seantero Iran, Amerika dan Sekutunya kocar-kacir. Semua menarik diri bahkan NATO yg merupakan buntut Amerika seperti buntut cicak yang melepaskan diri mencari selamat.

Iran yakin betul atas firman Allah :

“Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah” (QS 59:14)

Sungguh serangan balasan Iran ke Pangkalan Ayn al-Asad militer Amerika menghancurkan seluruh kepongahan Amerika. Mereka yg selama ini tertindas oleh kebrutalan Amerika dan sekutunya sontak gegap gempita. Mitos Ramboo yg selama ini dibangun
Amerika melalui film Holywood ternyata hanyalah seonggok kotoran onta.

Proxy-proxy Arab yang selalu melecehkan Iran dengan menyebut pertikaian Iran dan Amerika hanyalah sandiwara dan menuntut bukti sebutir peluru yg telah ditembakkan Iran kepada tentara Amerika kini menyibukkan diri agar ummatnya tidak terpengaruh konspirasi tingkat tinggi Iran.

Atas semua ini apa yang paling membuatku bangga pada Republik Islam Iran ? Adalah negeri yang taat pada seorang Ulama keturunan Rasulullah Saw, yang wajahnya bersinar cahaya kesucian, matanya selalu menunjukkan keteduhan, bibirnya selalu membayang senyum, lidahnya tak putus dari zikir dan ayat-ayat al-Qur’an, setiap kata-katanya pilihan dan telinga yg mendengarnya akan menghafalnya. Kesederhanaan hidupnya adalah hiasan akhlaknya siapapun yg memandangnya akan meneteskan air mata kerinduan dan cinta.

Dialah yang mengajarkan rakyat Iran untuk sabar menanggung derita ekonomi yg mendera, dialah yg memotivasi para pemuda untuk berakwa kepada Allah dan menggapai pengetahuan hingga ke puncak-puncaknya, dialah yg selalu menasehati suami-suami untuk berlaku lembut pada istri, dialah yang begitu sayang pada anak-anak Yatim, dialah yang hatinya begitu lembut dan air matanya mengalir ketika mendengar ayat-ayat suci dibacakan, dialah yg jutaan manusia siap mengorbankan nyawa demi mentaati peri tahnya dialah yg digelari Putin sebagai al-Masih abad ini.

Dialah Sayid Ali Khamnei yang membimbing Republik Islam Iran menjadi seperti saat ini.

Berbahagialah kalian bangsanya Salman yg memiliki pemimpin mulia. (*)

alterntif text
alterntif text
alterntif text
alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler