Connect with us
alterntif text

Kolom

Esai; Adipura Sesungguhnya

Published

on

Gerbang Kota Parepare (foto: bacapesan)

Penulis: Ahmad Kohawan

Kita patut berbangga bahwa Parepare pernah menyabet piala Adipura Kirana sebab mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui trade, tourism, and invesment yang berbasis lingkungan hidup, atractive city. Tetapi apa Adipura bagi Martinus yang sejak April 2019 lalu belum juga menerima upahnya?.

Barangkali kita sepakat bahwa setiap orang senang lingkungannya bersih tetapi tidak semua orang rajin memelihara kebersihan lingkungannya. Tidak semua orang memiliki lingkungan yang bersih dan sehat. Kita berharap agar planet bumi ini mempunyai perhatian dan kecintaan yang tinggi terhadap lingkungan.

Semua orang pasti menginginkan hal itu. Lingkungan bebas dari kotoran dan pencemaran. Salah satu yang digaungkan secara konsisten di setiap event lingkungan hidup, hatta Adipura.

Adipura adalah sebuah penghargaan yang diberikan Pemerintah melalui Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan bagi kota (atau kabupaten) yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan.

Adipura adalah gengsi pemerintah daerah akan kebersihan dalam kurun waktu tertentu. Dimulai dengan bersih-bersih drainase, edaran mencintai lingkungan di masjid-masjid, pembaruan cat trotoar dan zebra cross, penyuluhan hingga jumat bersih.

Adipura adalah animo masyarakat mencintai lingkungan yang bersih. Saya masih punya beberapa stok definisi, di mana posisi mu?

Martinus, satu dari 29 petugas kebersihan yang upah bulanannya ditangguhkan tanpa alasan jelas. Selama 9 bulan, sejak April 2019, ia menanti tanpa kepastian. Seumpama itu ayahmu atau kakakmu, ada berapa kemungkinan yang bisa muncul. Bagaimana upah, yang tidak seberapa itu, tersendat seperti dibiarkan dan berlarut. Padahal, anak dan istri Martinus harus makan tiga kali sehari semalam.

Martinus termasuk petugas kebersihan yang rajin, setidaknya itu pengakuannya ditengah upah yang tertahan selama 9 bulan. Puluhan tahun bekerja sebagai petugas kebersihan, baru kali ini ia mengalami keterlambatan upah. Saya berusaha menghindari terminologi gaji sebab ia sesungguhnya belum layak adalah petugas sukarela yang memeroleh SK Walikota. Meski belakangan menjadi polemik, apa betul upah mereka tidak dianggarkan di APBD?

Petugas kebersihan, sebagaimana sebutannya bertugas menghadirkan kebersihan. Agar seluruh warga merasa nyaman beraktifitas. Meninggalkan rumah sejak subuh, tanggungjawabnya menyisir sampah di jalan-jalan, di lorong-lorong, di pasar dan gedung-gedung publik.

Peduli tidak cukup sekadar Mantra tidak cukup sebatas kata-kata. Ia butuh aksi, sesederhana apapun itu. Sampah menumpuk bukan pilihan tetapi membayar upah mereka adalah kewajiban yang harus sesegera dituntaskan. Bukankah 20 dari mereka adalah kepala keluarga yang punya anak dan istri.

Lingkungan sebagai hal vital untuk manusia memang patut mendapat perhatian lebih dibanding aspek lainnya. Hal itu dikarenakan lingkungan memiliki dampak yang besar terhadap keberlangsungan hidup manusia. Lingkungan yang baik dan sehat tentu akan memberi dampak yang positif untuk manusia, sementara lingkungan yang tidak sehat juga tentu berdampak seperti itu. Wajar jika ada banyak gerakan yang mendorong perbaikan terhadap lingkungan.

Menelisik lingkungan sebatas piala Adipura tentu tidak fair sama sekali. Di saat yang sama hak-hak pekerja tidak ditinggikan. Kebersihan lingkungan dan keteduhannya tidak seirama dengan tata kelola institusi lingkungan, manajemen yang terkesan kurang cakap, atau akses undang-undang yang tertutup.

Belakangan kantor milik Martinus tersegel, layanan publik terhambat, mahasiswa demo dibeberapa titik beberapa kali, dan anak Martinus menunggu wujud statement para elit tentang jalan keluar, jalan upah bapaknya dibayar lunas.

Bagi saya, peristiwa yang menimpa Martinus dan kawan-kawan bukan sekadar upah yang terlambat. Kompleksitas pilihan saat pilkada lalu ikut mewarnai isu dibalik tirai kusut keterlamatan upah tersebut. Seperti Pramoedya Ananta Toer mengingatkan: “Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan segala persoalannya.” Kepada Martinus, “tetaplah mencintai lingkungan sebab dengan itu kamu menjadi Adipura sesungguhnya”. (*)

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
alterntif text
alterntif text
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler