Connect with us
alterntif text

Regional

Solar Mahal dan Langka, Komisi II DPRD Parepare Minta SPDN Diaktifkan Lagi

Published

on

PAREPARE — Komisi II DPRD Parepare kembali menerima keluhan dari warga. Kali ini nelayan yang menjerit karena sulit mendapatkan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Salah satu nelayan asal Tonrangeng, Sappe mengaku kecewa atas pelayanan SPBU. Pasalnya, terdapat beberapa SPBU di Parepare yang menolak dirinya saat ingin membeli bensin menggunakan rekomendasi subsidi dari PKP.

“Ada SPBU yang menolak. Kami hanya minta kartu yang kami pegang bisa berfungsi untuk diberikan BBM 5 liter subsidi per hari,” harap dia.

Ketua Komisi II DPRD, Kamaluddin Kadir mengusulkan Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) yang ada di Pangkalan Pelelangan Ikan (PPI) kembali dioperasikan untuk mengurangi beban biaya solar nelayan.

“Saya mengusulkan SPDN kembali dimanfaatkan agar supaya penyaluran solar nelayan tidak lagi melalui rekomendasi dari PKP yang menurut kami itu rawan disalahgunakan,” ujarnya saat ditemui di ruang rapat Komisi II, Senin (2/12).

Diketahui, SPDN sudah dua tahun tidak difungsikan. Kabarnya, operasi SPDN harus ditangani pihak ketiga. Namun, hingga kini tak ada yang mampu mengoperasikan kembali SPDN itu. Sebab tuntutan PAD yang terlalu besar.

“Jadi PAD yang ditarget itu 14 juta per tahun. Kami mengusulkan agar supaya melakukan dengan pendekatan pasar atau target PAD ditentukan dengan besaran harga pasar saja,” ujarnya.

Dalam dekat ini pihak Komisi II akan kembali mengecek hasil dari kesepakatan RDP itu. Turut hadir pada RDP itu, Komisi II DPRD, Dinas PKP, Pertamina, Nelayan, Bidang Pengelolaan Aset, dan Kepolisian. (*)

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
alterntif text
alterntif text
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler