Connect with us
alterntif text

Regional

Setahun Lebih di Rutan Majene, Napi yang Kabur Saat Gempa Palu Kini Bebas

Published

on

MAJENE – Masih ingat Aryah (42) narapidana yang kabur dari Rutan Kelas II A Maesa Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) saat gempa dan tsunami, 28 September 2018?

Pria ini kabur menyelamatkan diri saat bencana hebat melanda Palu. Ia jalan kaki hingga tiga hari menuju perbatasan Donggala, Sulteng – Pasangkayu, Provinsi Sulbar.

Lalu berupaya minta pertolongan untuk biaya makan dan pulang ke kampung halamannya di Luaor, Desa Bonde, Kecamatan Pamboang, Majene.

18 Oktober 2018, Aryah diantar istrinya Syamsurya ke Rutan Kelas II B Majene. Ia menyerahkan diri dan bermohon untuk menjalani sisa masa tahanan di Majene.

Aryah merupakan narapidana kasus ilegal logging. Ia divonis dua tahun subsider tiga bulan penjara.

Hari ini Aryah dapat bernafas lega. Ia telah menyelesaikan sisa masa tahanan selama satu tahun satu bulan di Rutan Majene.

Ayah dua anak ini tak kuasa menahan haru setelah dinyatakan bebas. Ia tak henti menangis sambil menyalami rekannya di Rutan Majene.

“Ternyata bebas ka juga,” ucap Aryah sesaat setelah dinyatakan bebas, Rabu, 20 November.

Setelah melangkahkan kaki keluar dari pintu utama Rutan Majene, Aryah langsung sujud syukur sambil terus menangis.

Aryah bersyukur dapat menjalani sisa masa tahanan di Rutan Majene.

Selama di Rutan, Aryah mendapatkan pembinaan prilaku dan keterampilan. Bahkan menjadi mentor untuk pembuatan keterampilan anyaman bambu di Rutan Majene.

 

Aryah (Kanan) menjadi instruktur anyaman lidi di Rutan Majene.

“Berkat pembinaan yang saya dapatkan di Rutan Majene khususnya pembuatan anyaman lobo, saya sekarang bisa membuat dan berusaha mengembangkan apa yang telah saya dapatkan tersebut ke masyarakat luas,” ujar Aryah.

Kasubsie Pelayanan Tahanan, Rutan Majene, Muh Arham menilai, Aryah memberikan respon sangat baik selama program pembinaan.

“Dia sangat antusias mengikuti program pembinaan anyaman lidi kelapa, dan lewat program Pas to Mas, kami angkat dia sebagai salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut,” pungkasnya. (*)

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
alterntif text
alterntif text
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler