Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Anak Kandung Gugat Ayah Sendiri di Parepare, Ini Penyebabnya

Published

on

PAREPARE — Anak durhaka!, tidak tahu diri. Begitu kata Mukti Rachim pria tua berusia 82 tahun ini yang digugat oleh anak kandungnya sendiri, Ibrahim Mukti. Kata itu bahkan berulang-ulang keluar dari mulutnya dengan raut wajah jengkel.

“Sudah durhaka itu, anak durhaka, anak durhaka, tidak tahu diri, sudah dikasi harta masih menuntut,” geram Mukti saat ditemui di Kantor Pengadilan Negeri Parepare, Rabu (6/11).

Mukti Rachim (82) Pihak Tergugat

Polemik tersebut berawal dari laporan Ibrahim Mukti (47) sejak Mei 2019 lalu, bahkan hari ini sudah memasuki sidang kelima yaitu pemaparan saksi ahli dari pihak penuntut.

Mukti digugat anaknya Ibrahim yang juga seorang pengusaha untuk meminta ganti rugi pada sebuah perusahaan pompa bensin yang ada di Soreang miliknya yang hendak ia jual.

Saat ditemui, kuasa hukum pihak penggugat Muh Rendi mengatakan menyerahkan keputusan sepenuhnya pada Majelis Hakim. Selanjutnya, ia berencana menghadirkan saksi dari notaris pembuat akta perusahaan tersebut.

“Kami meminta waktu untuk menyelesaikan prosedur administrasi yang diinginkan pihak notaris, besok kita akan menyurati dewan etik untuk menghadirkan notaris menjelaskan produknya,” ujarnya.

Menurutnya, kesaksian notaris-lah yang bisa menuntaskan kasus ini, sebab, katanya, pihak notaris yang tahu tentang pendiri dan pemegang saham perusahaan.

“Menghadirkan notaris bukan hanya untuk memenuhi kepentingan penggugat tapi memenuhi kepentingan kedua belah pihak, juga yang bisa meng-clear-kan kasus ini,” bebernya.

Pada sidang kelima tadi menghadirkan saksi ahli dari pihak penggugat yang merupakan saudara kandung dari Mukti Rachim sendiri yakni Lukman Rachim. Selanjutnya, sidang keenam akan digelar kembali pada 13 November mendatang.(rdi)

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
alterntif text
alterntif text
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler