Connect with us
alterntif text

Regional

3 Pimpinan Instansi Ulas Nasib Gerakan Literasi Parepare, Siap Mendukung?

Published

on

PAREPARE — Gerakan literasi di kota kelahiran BJ Habibie, Parepare dinilai dipandang sebelah mata oleh pihak pemerintah.

Hal itu diungkap oleh pegiat literasi, Alfian Damiro saat didaulat sebagai narasumber pada acara Tudang Sipulung yang digelar Forum Komunikasi Literasi Parepare (FKLP) di Taman Syariah, Minggu (15/9/2019) malam.

“Gerakan literasi yang saya temukan hadir karena ketidak-percayaan orang orang terhadap pemerintah membumikan literasi. Sehingga muncullah gerakan literasi itu sebagai alternatif,” ujarnya.

Hadir pula, Kadispustaka, Jumadi, Ketua sementara DPRD, Kaharuddin Kadir, dan Kadisdikbud diwakili Mustadirham selaku kabid kebudayaan. Ketiga pimpinan instansi itu masing-masing memaparkan paradigma terkait gerakan literasi Parepare.

Ketua sementara DPRD, Kaharuddin Kadir mengatakan gerakan literasi Parepare mestinya digodok secara non formal. Menurutnya gerakan literasi itu akan mati jika dilakukan secara formal.

“Jangan berharap bantuan pemerintah, lakukan gerakan literasi ini dengan kelompok kecil sebagai alternatif,” ujarnya.

Secara pribadi Kaharuddin siap mendukung kegiatan literasi Parepare. Bahkan ia menjanjikan 100 buku untuk komunitas literasi yang bertandang ke rumahnya.

“Saya siap diganggu jika itu terkait kegiatan literasi, saya siap sediakan tempat untuk kegiatan literasi, kalau konsumsi tidak ada saya siap bantu,” ucapnya.

Sementara itu, Kadisdikbud diwakili Mustadirham selaku kabid kebudayaan menjelaskan gerakan literasi dari sisi religius. Menurutnya, di dalam Al-Qur’an bahkan menuntun kita untuk membaca.

“Iqra bacalah, tidak ada tawar menawar dalam Al-Qur’an kita diperintahkan untuk membaca,” tutur dia.

Ia juga memaparkan program yang dilakukan peserta didik Parepare terkait literasi. “Ada program satu saku(satu hari, satu buku), meramu puisi kumpulan karya anak SD yang akan dibukukan,” paparnya.

Tak hanya itu, Kadispustaka Jumadi juga mengatakan senang telah diajak bergabung diskusi tudang sipulung literasi ini. Katanya, ia perlu lebih banyak ruang untuk berdiskusi dan meminta saran dari komunitas literasi.

“Ada banyak inovasi yang bisa kita lakukan untuk kemajuan literasi Parepare, hanya saja kita harus menyesuaikan dengan kondisi masyarakat Parepare,” kata dia.

Kegiatan dialog tudang sipulung literasi Parepare itu dipandu oleh Ika Merdeka Sari yang merupakan guru SMPN 1 dan Dosen di UM Parepare.

Turut hadir pada acara itu, beberapa komunitas literasi Parepare diantaranya, Cabaca, Scola Aksara, Parepare Menulis, FLP, Komlab Bahasa, RBCD, GaleriPai, dan Teras baca.(rdi)

alterntif text
BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
alterntif text
alterntif text
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler