Connect with us
alterntif text

Pendidikan

Ahmad Sultra Klaim Sah Sebagai Rektor dan Tidak Terkait Jual Beli Jabatan Kemenag

Published

on

Pelantikan Rektor IAIN Parepare beberapa waktu lalu. (foto: Facebook IAIN Parepare)

PAREPARE — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare merasakan efek domino kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Romaruhurmusi beberapa waktu lalu, yang diduga bermain dibalik pengisian jabatan dalam lingkup Kementerian Agama RI.

Melalui media sosial, beredar isu yang mempertanyakan keabsahan pelantikan dan pengangkatan Ahmad Sultra Rustan selaku Rektor IAIN Parepare. Banyak yang menduga dan salah kaprah terhadap pelantikan tersebut dan bahkan mengaitkannya dengan isu suap jabatan.

Menanggapi isu tersebut, melalui Kasubag Humas, Suherman Syach, Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan menyampaikan kronologis dan proses pergantian kepemimpinan dalam Perguruan Tinggi Islam tersebut.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI nomor B.II/3/13850 tahun 2014 tentang pengangkatan Ketua STAIN Parepare periode 2014-2018, maka diketahui masa akhir jabatan Ahmad Sultra Rustan sebagai Ketua STAIN Parepare berakhir tanggal 18 Juni 2018.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama RI nomor 68 tahun 2015, selambat-lambatnya 4 bulan masa akhir jabatan, maka harus dibentuk panitia pemilihan Ketua STAIN. Merujuk pada aturan, maka Ketua STAIN Parepare membentuk Panitia Pemilihan dengan menunjuk Naharuddin dan Iskandar sebagai Ketua dan Sekretaris panitia.

Melalui panitia pemilihan, dibuka pendaftaran calon Ketua STAIN Parepare, yang terbuka untuk umum dengan mengundang dari calon PTKIN lainnya. Pada masa akhir pendaftaran, hanya 2 bakal calon yang mendaftar, yaitu Dr Ahmad Sultra Rustan, M.Si dan Dr Firman, M.Pd.

Ahmad Sultra Rustan merupakan incumbent (Ketua STAIN Parepare) dan Dr Firman, M.Pd adalah salah satu dosen yang menjabat sebagai Kepala LP2M.

Kedua calon ini dinyatakan memenuhi syarat oleh panitia pemilihan dan selanjutnya diserahkan kepada senat untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menindaklanjuti hasil pendaftaran yang dilakukan Panitia Pemilihan, Senat melalukan serangkaian rapat untuk membahas agenda pemilihan.

  • Tidak ada Pemberhentian Sepihak

Pemilihan Ketua STAIN Parepare tahun 2018 dan tidak pernah dihentikan siapa pun, termasuk Senat. Tahapannya berjalan sesuai dengan aturan. Proses akhir di senat, yaitu semua anggota senat memberikan pertimbangan kualitatif kepada semua calon dan ini berjalan dengan baik. Bahkan Ahmad Sultra Rustan yang juga sebagai anggota Senat telah memberikan pertimbangan kualitatif tersebut, dimana hasil pertimbangannya persis sama dengan pesaingnya, yang sempat diperlihatkan sendiri kepada yang bersangkutan.

Hasil pertimbangan anggota Senat STAIN Parepare ini akhirnya dibawa ke Kementerian Agama RI. Untuk membawa hasil ini, Rapat Senat bersepakat mengutus Dr Sudirman L, Drs. Muzakkir, M.Ag, dan Drs. Andi Nurkidam, M.Si untuk menyampaikan hasil kesepakatan Rapat Senat tersebut.

Jadi, Senat telah menyelesaikan tugasnya dalam pemilihan tersebut dengan diterimanya hasil Rapat Senat oleh Menteri Agama RI.
Turun Peraturan Presiden Nomor 35 tahun 2018

Seiring dengan proses pemilihan Ketua STAIN Parepare, keluar Peraturan Presiden Nomor 35 tahun 2018 tentang perubahan STAIN Parepare menjadi IAIN Parepare.

Rupanya, perubahan bentuk STAIN menjadi IAIN Parepare berdampak pada mekanisme pemilihan kepemimpinan di Perguruan Tinggi Islam ini. Dalam Peraturan Menteri Agama RI nomor 68 tahun 2015, khususnya pasal 13 ayat 2 menyebutkan “dalam hal perubahan bentuk PTKN dari Sekolah Tinggi Agama Negeri menjadi Institut Agama Negeri, Menteri mengangkat Ketua menjadi Rektor Institut Agama Negeri”.

Peraturan ini jelas mengamanahkan kepada Menteri Agama untuk melantik Ketua STAIN menjadi Rektor, jika terjadi perubahan bentuk dari STAIN menjadi IAIN dan hal ini terjadi pada 8 STAIN yang juga mengalami perubahan bentuk tersebut.

Merujuk pada peraturan ini, maka Menteri Agama RI melantik Dr Ahmad Sultra Rustan, M.Si sebagai Rektor IAIN Parepare pada tanggal 17 April 2018 di Jakarta.

  • Bantah Ada Suap Menyuap

Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan membantah jika ada pihak yang menudingnya melakukan suap atas jabatan rektor ini. Hal tersebut tidak perlu dilakukan, apa lagi pengangkatannya sebagai Rektor IAIN Parepare sesungguhnya amanah konstitusi.

Siapa pun yang Ketua STAIN pada saat perubahan IAIN, maka sesuai dengan PMA nomor 68 tahun 2015, maka dia memiliki hak konstitusional sebagai Rektor. (*)

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
alterntif text
Loading...
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler