Connect with us
alterntif text

Regional

Prof NA: Revitalisasi Danau Tempe Jangan Rusak Keindahan dan Keaslian Danau

Published

on

SIDRAP — Pengerjaan proyek revitalisasi Danau Tempe di Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ini terus digenjot. Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), merevitalisasi salah satu danau tersebar di Indonesia ini karena kondisinya dinilai memprihatinkan.

Danau dianggap mengalami pendangkalan akibat masifnya pertumbuhan eceng gondok, sedimentasi dan okupasi lahan.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meminta kepada pihak terkait, agar revitalisasi yang sedang dilakukan tidak merusak keindahan dan keaslian Danau Tempe.

Gubernur Minta Revitalisasi Jangan Rusak Keindahan Danau Tempe
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (tengah) melalukan peninjauan langsung di lokasi proyek revitalisasi Danau Tempe, Sabtu (23/3) kemarin. (Istimewa)

“Sebab pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, tidak mengurus hulu. Nanti kita akan bangun tempat wisata yang bagus, tapi harus dijaga dengan baik ini. Dan jangan sampai ini jadi daratan semua karena kita tidak tangani hulu,” kata Nurdin dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (24/3). dilansir Jawapos.com

Orang nomor satu dalam struktur pemerintahan di Sulsel itu bersama rombongan, melalukan peninjauan langsung di lokasi proyek revitalisasi, Sabtu (23/3) kemarin. Menurut Nurdin, Danau Tempe, selain untuk tempat pembibitan ikan, juga sebagai tempat penampung air dari empat sungai dari tiga kabupaten.

Luas danau mencakup Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidrap. “Danau ini kan menjadi tempat pendapatan baru bagi seluruh masyarakat di sini. Nanti kita akan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Untuk diketahui, fungsi utama Danau Tempe yakni, untuk penampungan air baku, perikanan, pertanian, perendaman banjir bagian hilir danau dan objek wisata. Ke depan, semua potensi tersebut akan dimanfaatkan secara maksimal.

Nurdin mengimbau, kepada seluruh masyarakat khususnya di tiga kabupaten ini agar tidak menggunakan setrum dan racun ikan saat beraktifitas di danau. Ia juga melarang untuk menggunakan pupuk dari bahan kimia bagi tanah yang ada di sekitar danau, karena dianggap bisa memicu tumbuhnya enceng gondok.

“Mohon untuk tidak menggunakan pupuk bahan kimia. Dan bagi nelayan agar tidak menggunakan setrum dan obat-obatan untuk menangkap ikan, karena kalau menggunakan setrum, bukan hanya yang besar yang mati tapi yang kecil juga ikut mati,” imbau Nurdin.

Oleh Pemerintah Pusat, danau seluas 13.000 hektar ini dikategorikan sebagai salah satu darki 15 danau terbesar yang kritis di Indonesia. Tumbuhnya eceng gondok disebut-sebut menjadi penyebab utama rusaknya fungsi ekosistem danau.

Salah satu langkah minimalisir sekaligus pencegahan, pemerintah menunjuk pihak swasta untuk merevitalisasi hilir danau ini. Pengerjaan mulai dilakukan sejak 2016 lalu. Pemerintah menarget, proses revitalisasi keseluruhan rampung di akhir April 2019 mendatang. (*)

Artikel ini telah terbit di Jawapos.com : 
https://www.jawapos.com/jpg-today/24/03/2019/gubernur-minta-revitalisasi-jangan-rusak-keindahan-danau-tempe

BAGIKAN:
Advertisement
alterntif text
alterntif text
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler