Connect with us

Regional

Membanggakan, Mahasiswi asal Parepare Ini Ciptakan Bahan Bakar dari Rumput Laut

Published

on

Sargassum SP atau Rumput Laut Cokelat (foto; Alamy)

PAREPARE, TEGAS.ID — Mahasiswi asal Parepare Mutmainnah Syamsir berhasil menciptakan bahan bakar terbarukan, yang bahannya dari rumput laut. Hasil penelitian dari mahasiswi Politeknik Negeri Ujungpandang ini sementara terus disempurnakan.

Mutmainnah -yang saat ini aktif di Hipmi Pare- menjelaskan, bahan bakar yang ia ciptakan berasal dari rumput laut cokelat, atau biasa diistilahkan Sargassum SP. Jenis mikro alga itu biasanya dikenal sebagai antioksidan atau bahan baku kosmetik. Namun ternyata, juga bisa diekstraksi menjadi bioetanol dan biodiesel.

Mutmainnah Syamsir (foto: handover to tegas.id)

“Kami lakukan riset, ternyata hasilnya luar biasa. Rumput laut bisa menjadi salah satu bahan baku BBM,” jelas Mutmainnah.

Penelitiannya berangkat dari kekhawatiran akan sumber bahan baku BBM yang semakin tipis dan tidak ramah lingkungan. Utamanya BBM dari fosil, batubara dan panas bumi. Menurutnya, 10-20 tahun kedepan kondisi itu akan semakin mengkhawatirkan jika terus dibiarkan tanpa solusi.

“Bahan baku BBM harus bisa diperbaharui dan diproduksi terus menerus, sekaligus harus ramah lingkungan,” ungkapnya.

Riset rumput laut memang telah dilakukan dari waktu ke waktu, selama 10 tahun terakhir. Selama ini rumput laut telah banyak digunakan sebagai bahan baku beragam jenis produk, seperti pangan, farmasi, dan kosmetik.

Rumput laut sebagai biodiesel lebih kompetitif dibandingkan dengan komoditas lain. Sebagai perbandingan, mikroalga (30 persen minyak) seluas 1 hektar dapat menghasilkan biodiesel 58.700 liter per tahun, sedangkan jagung 172 liter per tahun, dan kelapa sawit 5.900 liter per tahun. (*/ris)

alterntif text
BAGIKAN:

Terpopuler