Connect with us

Opini

Opini; HTI dan Politisasi Kalimat Tauhid

Published

on

(gambar: Media Umat)

Penulis : Abdulloh Faizin (PP Albalagh Bulutigo Laren Lamongan)

Siapa mereka ?
Ambisius dan tendensius pantas disematkan kepada sekelompok gerakan yang merasa mewakili tuhan dalam setiap sepak terjangnya, meme meme keranda mayat bertuliskan kalimah tauhid dipolarisasi ditebarkan agar ummat bingung dan terkelabuhi, namun kenyataan ummat lebi cerdas memahaminya, yang perlu dicermati mereka antipati dengan NU ansor dan bansernya.

Mereka mencari celah dalam setiap detik dari kesalahan semua peristiwa terjadi yang yang beriringan dengan NU dan pemerintah, karena yang jadi bidikan dan tarjet utama adalah menghancurkan NU dan merombak sistem pemerintah yang sah dengan khilaf*ah dan sekarang UAS sebagai amunisi empuknya untuk menyampaikan hajat strategisnya karena mereka tak punya tokoh sekelas UAS, yang merasa orang NU harus jernih memahami persoalan ini.

Apa keinginan mereka ?
Nafsu sahwat birahi mereka adalah ingin menghancurkan NU dengan memusuhi ansor bansernya, karena mereka melihat ritme sejarah bahwa yang mencincang PKI dan menghempaskanya dari bumi NKRI saat itu adalah tidak lain hanyalah GP Ansor dan banser sebagai sub ordinat NU. dan mereka takut jika mereka dijadikan stik daging yang dilumatkan dan dihancurkan hingga hilang sampai pada seratnya dan tidak tersisa sama sekali dibumi indonesia ini seperti Nasibnya DI/TI dan PKI, dan pembrontak saat itu.

Sebuah kejadian peristiwa
Sehubungan dengan telesandi UAS yang memakai simbol kalimah tauhid yang pamerkan kesana kemari sebagai bentuk kepongahan merasa lebih islam, menjadi polemik yang tak berkesudahan terutama bagi mereka yang hanya mengangkat dan mengibarkan bendera Islam berupa tulisan kalimah tauhid lalu menjatuhkan dan melecehkannya dengan adu domba provokasi dan hujatan serta prilaku yang tak mencerminkan nilai islamya.

Propaganda mereka
Lalu bagaimana dengan cuapan dan koar koar mereka ketika ansor dan banser mempertanyakan simbol tulisan yang terindikasi bendera HTI tulisan kalimah tauhidnya, dengan berang mereka membawa memakai logika sesat yakni memgggunakan silogisme over generalition ” gebyah uyah podo asine. semua dianggap sama. Punya makna motifasi sama hingga mempertanyakan kembali kesamaan antara kalimat tauhid yang bertuliskan di bendera hitam dan yang terpampang dikeranda mayat.

Hakekat perbedaannya
Bagaimana perbedaan dua tulisan yang sama dengan tempat yang berbeda ? Jelas beda !!! walaupun tulisan sama kalimatnya sama namun motivasi dan makna tujuan pragmatisnya beda antara langit dan bumi antara minyak dan air antara hitam dan putih.

Bagaimana Perbedaan makna kalimat Tauhid?

Kalimat Tauhid dikeranda
Apa konsederasi perbedaannya ? Kalimat tauhid mengesakan tuhan menambah keimanan menenangkan jiwa menguatkan kerukunan mempererat persatuan dan kesatuan, jika tertulis dikeranda memberikan peringatan semua yang menyaksikan dan mempersaksikanya, mengerti bahwa kalimat terkhir Yang paling menyelamatkan iman adalah atau khusnul khotimah adalah kalimat Tauhid.

Kalimat Tauhid dibendera
Apa kohesi perbedaanya tulisan Tauhid dilembar bendera itu Beda dengan kalimat tauhid yang bertuliskan di bendera hitam senjatinya tidak sama sekali bahkan bertolak jauh dengan bendera Rayyan yang digunakan peperang Nabi dalam berbagsi peperangannya. Mari kita coba mengkulitinya bahwa bendera hitam yang bertuliskan kalimat Tauhid itu adalah plagiatisai dari bendera Rasululloh agar seakan akan mewakili misi Rasululloh, seakan mewakili Islam kaffah bersyariah serta menjadi amunisi politik dengan cara mempertontonkan simbol islam dengan cara yang tidak sesuai dengan ajaran itu sendiri bahkan disisilain menjadi ruh ISIS karena kesamaan lambang benderanya, dengan takbir mereka menghujat dengan takbir mereka memnunuh dengan takbir mereka menkodisikan perang dengan takbir menebarkan kebecian dan memecah belah persatuan serta ribuan bahkan jutaan akun fiktif abal abal di medsos yang didanai.

Yang kita pertanyakan
apakah ini benar benar cara Islam cara Nabi?faktanya tidak ! Justru dengan hadirnya mereka dinegrinya sendiri (palestina) saja tidak diterima apalagi menjadi benalu pemerintah dinegeri asing dan ingin menkudeta atau bahkan ingin menggulingkan pemerintahan sah maka akan dieksodus keluar, oleh berbagai negara dibelahaan dunia tertolak bahkan ditolak

Kenyataannya
fakta ini kongrit dan tak ada yang bisa menggikari kecuali pemuja dan grombolanya, maka untuk kita harus cerdas menyikapinya serta mampu membedakan dengan cerdas mana misi Rasululloh dan mana misi pejual ayat dan kalimat Tauhid agar negeri kita aman dari rongrongan mereka.

Sebuah peringatan
Sekali lagi i, tikad membenci dan menghina ansor harus disudahi karena mereka telah mendapatkan berkah dari para Alim Ulama menjaga dan mencintai bangsa, supaya kalian tidak meyesal dan membawa matrei 6000 sambil mewek dihadapanya seperti telah terjadi dan tercyduk dimana2.

Apa harapan kita ?
Kita lawan dan lumatkan mereka serta kita jaga dan cintai Negeri ini menjadi Negeri aman dan sentousa dan diridlo Gusti Alloh.

Bagi dan bagi tanpa izin agar semua tahu,semoga menjadi wasilah berkah kita..

9 OKTOBER 2018 (*)

alterntif text
BAGIKAN:
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler