Connect with us

Regional

Imunisasi Rubella di Torut Berlangsung Lancar

Published

on

TORAJA UTARA, TEGAS.ID – Launching pemberian imunisasi campak digelar secara serempak di Toraja Utara. Salah satunya di adakan di SMPN 1 Rantebua, Senin 6 Agustus 2018 pagi.

Acara dihadiri oleh Camat Rantebua Eliasmadi Para’pak, tenaga medis/pelaksana imunisasi Yulti Mani Lande, Am.Keb dan Nalce Pulung, Kepala Puskesmas Kecamatan Rantebua Bersama dr Irwan Deputra.

“Pemberian imunisasi ini, agar virus campak tidak menjangkiti anak-anak dan siswa,” ungkap Eliasmadi Para’pak.

Dr. Irwan Deputra menjelaskan program imunisasi ini diberikan kepada anak berusia 9 hingga 15 tahun, yang dianggap paling memiliki kerentanan terhadap penyakit tersebut. Imunisasi dilaksanakan serentak di se-Torut.

  • Boleh Ditunda

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengirimkan surat edaran pada bupati dan gubernur tentang pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) yang boleh ditunda untuk sementara bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan atau kebolehan vaksin MR.

“Pelaksanaan Imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar’i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis. Sedangkan pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan atau kebolehan vaksin secara syar’i dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan Imunisasi MR,” kata Menteri Nila dalam surat edaran yang dikutip di Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Surat edaran tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 tanggal 6 Agustus 2018 ditujukan kepada para gubernur dan bupati di seluruh Indonesia yang dikirim pada Senin siang.

Namun Menkes mengingatkan dampak akibat penyakit campak dan rubella yang bisa merugikan masa depan bangsa Indonesia.

“Merupakan kewajiban pemerintah bersama masyarakat untuk melindungi anak-anak dan masyarakat Indonesia dari bahaya penyakit campak dan rubella. Kita perlu mempertimbangkan dampak penyakit campak dan rubella pada generasi penerus bangsa apabila tidak diiakukan vaksinasi MR,” kata Menkes. (erl)

alterntif text
BAGIKAN:
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler