Connect with us

Opini

Opini; Perang Total Politik Jokowi

Published

on

Joko Widodo (foto: Bisnis.com)

Penulis: Saiful Huda Ems (SHE) (Advokat dan Penulis serta Pemerhati Politik Indonesia)

Dari berbagai sumber yang terpercaya, saya mendapat informasi bahwa pemerintah kita bersama aparatur keamanannya, dan dibantu oleh beberapa tenaga profesionalnya telah bergerak habis-habisan untuk menyerang kelompok-kelompok intoleran pembuat rusuh negara dengan berbagai cara. Situs-situs pengobar kebencian sudah berhasil direbut dan diduduki hingga adminnya terbongkar dan terusir. Orang-orang yang menebarkan berita hoax, penuh kebencian sudah mulai ditangkapi satu persatu di banyak daerah.

Saya melihat Presiden Jokowi yang sekilas tampak klamar-klemer itu sesungguhnya adalah sebuah pribadi yang sangat kuat, tangguh dan memimpin dengan kebijaksanaan. Jokowi kini mulai menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya, sebagai “Panglima Perang” yang memerintah pasukan tempur politiknya dengan kode-kode bahasa politik yang sangat terampil. Para mantan Panglima TNI selain Gatot dan lainnya, serta aktivis-aktivis pergerakan tangguh berbaris rapih di belakangnya dan mengikuti semua instruksi perang politiknya.

Beberapa saat setelah terjadi pengeboman oleh teroris di Surabaya saya telah katakan, bahwa Presiden Jokowi dan KAPOLRI akan memberi kejutan pada kalian, dan kalian akan semakin bangga dengan ketegasannya. Nyatanya benar, hanya dalam hitungan hari semua anggota DPR serentak menyetujui disahkannya RUU Anti Terorisme. Tiada seorang anggota DPR pun yang berani menolaknya, meski sebelumnya banyak di antara mereka yang koar-koar menentangnya. Kenapa semua itu bisa terjadi? Karena mereka melihat Presiden Jokowi mulai “galak” dan tak mau lagi bermain-main dengan keadaan. Siapapun yang menghalanginya akan ditumpas, mesk tetap dengan cara-caranya yang konstitusional !. “Sahkan RUU Anti Terorisme atau akan saya keluarkan PERPPU !”. Begitulah kira-kira ancaman Jokowi pada pendukung-pendukung terorisme di DPR.

Terorispun mulai dikejar dimana-mana dan yang melawan langsung ditembak mati oleh aparat keamanan yang mengikuti instruksi KAPOLRI yang tiada lain ada dalam kendali Presiden Jokowi. RUU Anti Terorisme disahkan dan TNI bersama POLRI mulai melebur siap menumpas para teroris dimana-mana. Hari ini kita mendengar ada Mahasiswa Indonesia yang dapat beasiswa belajar di Jerman dan bicara menghasut orang yang menuduh Teroris itu dipelihara oleh negara, langsung dikejar oleh aparat keamanan kita. Pemerintah dalam kendali Presiden Jokowi nyata tidak ingin memberi tempat lagi bagi para perusuhnya. Seminar HTI yang rencananya hari ini digelar di Bandung pun dihentikan paksa oleh aparat keamanan hingga seminar HTI tak jadi digelar.

Inilah perang total politik Jokowi yang membuat lawan-lawan politiknya seperti Prabowo dan SBY terpaksa berkumpul bersama untuk menjajagi koalisi menghadapi ketangguhan Jokowi. Mereka bertemu di rumah Hatra Rajasa dengan dalih mau tahlil atau melayat almarhum menantunya. Mereka seperti nampak merinding akan apa yang diperbuat oleh Jokowi terhadap mereka yang selama ini bersektu dalam barisan Parpol Oposisi Norak Gerindra, PKS dan PAN plus Demokrat. Karenanya, sejak saat itu mereka tak lagi berani bersuara menyinggung Jokowi dan hanya bicara soal kemungkinan berkoalisi untuk Pilpres saja.

Presiden bersama TNI dan POLRI sudah mulai kompak menghajar para perusuh negara baik melalui cara diam-diam maupun terang-terangan, sudah sewajarnya pula kita sebagai pecinta dan pendukung setia Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika harus mulai lebih pro aktif bergerak di berbagai lini untuk memerangi mereka yang berkhianat pada negara. Beri mereka pelajaran berharga agar lebih mengerti bagaimana mereka dapat menghormati keringat dan darah perjuangan para pahlawan bangsa yang mati-matian berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dan bersepakat menjadikan Pancasila sebagai Dasar Negara. Jangan beri tempat bagi siapapun yang ingin merubah Pancasila dan melenyapkan NKRI degan berbagai dalihnya, tak terkecuali dengan cara menjadikan agama sebagai tipu muslihat untuk menutupi kejahatan kemanusiaannya dan hasrat buas untuk meraih kekuasaan yang diinginkannya !…(SHE).

alterntif text
BAGIKAN:
Kolom Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler